Menggunakan Sampah Plastik, Mahasiswa Indonesia Berhasil Memenangkan Kompetisi Mobil Pintar di London
Siswa pintar dari Universitas Gadjah Mada
Riau1.com - Tim Smart Car MCS Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih kemenangan dalam rumah di Shell Ideas 360 Awards di London awal bulan ini, dan mengalahkan empat finalis lainnya dalam kompetisi global yang dikhususkan bagi para siswa untuk mengembangkan ide-ide yang mengubah permainan untuk mengatasi masalah energi, makanan, dan air. .
Tim, yang terdiri dari empat mahasiswa dari departemen teknik kimia universitas, berhasil meraih nilai tertinggi dari juri dan mendapatkan penghargaan favorit dengan ide mereka yang mengembangkan mobil pintar yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar yang memancarkan tingkat karbon dioksida yang rendah.
“Alhamdulillah, kami mampu memenangkan kedua kategori,” manajer tim, Herman Amrullah, mengatakan kepada wartawan di kampus pada hari Senin, 23 Juli 2018.
Anggota lain dari tim tersebut adalah Sholahuddin Alayyubi, Thya Laurencia Benedita Araujo, dan Naufal Muflih.
Thya mengatakan tim harus berkompetisi secara bertahap dengan lebih dari 1.000 tim dari 140 negara yang berpartisipasi. Lima finalis, termasuk tim MCS Mobil Pintar UGM, dipilih untuk menyampaikan ide mereka kepada para juri.
Empat finalis lainnya berasal dari American University of Sharjah, University of Texas di Austin (Amerika Serikat) University of Bordeaux (Prancis) dan University of Melbourne (Australia).
Ide tim dari UGM yang melibatkan penggunaan panas dari asap knalpot mobil untuk memecah sampah plastik dan mengubahnya menjadi bahan bakar cair, membantu mengubah produk limbah menjadi energi bersih.
Dengan ide dan bimbingan dari dosen pembimbing mereka Hanifrahmawan Sudibyo dan Yano Surya Pradana, tim tersebut merekayasa sebuah mobil yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair mentah yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan bakar yang siap digunakan sebagai energi alternatif.
"Ide ini juga melibatkan penggunaan teknologi dukungan budidaya mikroalga [MCS] untuk mengurangi emisi CO2 dari masing-masing mobil," kata Herman.
Sekretaris departemen teknik kimia UGM, Aswati Mindaryani, mengatakan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk ide yang akan diterapkan di lapangan.
"Tapi ide itu benar-benar membuat kita bangga," katanya.
R1/PAR