Rabu, 27 Oktober 2021

GAYA-HIDUP

Doa di Hari Jum'at Ba'da Ashar Itu Mustajab, Berikut Penjelasannya

news24xx


Ilustrasi/Net Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Sebagai pengetahuan bagi kita semua, salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ba’da ashar di hari Jumat. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam;

‘Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’[HR. Abu Dawud].

Baca Juga: Bingung Ingin Beli yang Mana? Ini Cara Memilih Laptop HP Terbaik Sesuai Kebutuhan



MH02 | Bea dan Cukai

www.jualbuy.com

Iman Ahmad rahimahullah menjelaskan bahwa waktu mustajab itu adalah ba’da ashar, beliau berkata,

“Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da ashar dan setelah matahari bergeser (waktu shalat jumat).” [Lihat Fatwa Sual Wal Jawab no.112165]

Ibnul Qayyim juga berkata bahwa;

“Waktu ini ini adalah akhir waktu ashar dan diagungkan oleh semua orang yang beragama” [Zadul Ma’ad 1/384]

Bagi yang menginginkan mencari waktu mustajab setelah Ashar hari jumat, ada beberapa cara, diantaranya, tetap tinggal di masjid setelah shalat ashar, tidak keluar dari masjid dan berdoa. Ditekankan ketika akhir waktu ahsar (menjelang magrib), ini adalah kedudukan tertinggi.

Said bin Jubair jika shalat ashar tidaklah berbicara dengan seorang pun sampai tenggelam matahari.

Ia berangkat ke masjid menjelang magrib kemudian shalat tahiyatul masjid, berdoa sampai akhir waktu ashar ini adalah kedudukan pertengahan.

Ia duduk ditempatnya di rumah atau yang lain, berdoa kepada Rabb-nya sampai akhir waktu ashar. Ini adalah kedudukan terendah. [Fatwa Sual Wal Jawab no.112165].

Baca Juga: Dampak Buruk Keluarkan Sperma Tiap Hari Bisa Bikin Rambut Rontok dan Ejakulasi Dini

Apa yang dijelaskan di atasjuga bisa dilakukan oleh wanita di rumahnya, setelah shalat ashar, wanita berdoa dan berharap dimustajabkan. Demikian juga orang yang terhalangi untuk shalat ashar di masjid seperti dengan sakit atau ada udzur lainnya.*
 





loading...
Loading...