Ahli Anestesiologi Ungkap Alasan Vape Bisa Lebih Berbahaya dari Rokok

29 April 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Tren merokok di kalangan generasi muda mulai menurun, namun kini digantikan oleh kebiasaan baru yaitu vaping. Banyak orang menganggap vape sebagai alternatif yang lebih keren, bersih, praktis, dibandingkan rokok konvensional.

Tanpa aroma tembakau dan tersedia dalam berbagai rasa buah membuat vape kian populer. Namun, anggapan bahwa mengisap vape lebih aman karena tidak mengandung tembakau dinilai keliru. Ahli anestesiologi dan dokter spesialis manajemen nyeri intervensi, dr Kunal Sood, menegaskan vape tetap mengandung nikotin serta berbagai bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama dalam jangka panjang.

la juga mengingatkan vaping bahkan bisa lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa. Berikut tiga alasan mengapa vape lebih bahaya daripada rokok menurut Sood, seperti dilansir Republika dari laman Hindustan Times, Rabu (29/4/2026):

1 Kadar nikotin tidak menentu

Menurut dr Sood, banyak produk vape dijual di pasaran belum sepenuhnya diatur, sehingga kandungan nikotinnya sering kali tidak konsisten. Dalam beberapa kasus, kadar nikotin pada vape justru lebih tinggi dibandingkan rokok konvensional.

Hal ini meningkatkan risiko ketergantungan dan membuat pengguna lebih mudah kecanduan. Selain itu, nikotin dapat memicu peningkatan ekanan darah, detak jantung, serta memperburuk kecemasan.

"Tingkat nikotin bisa tidak dapat diprediksi, kadang bahkan lebih tinggi daripada rokok, sehingga lebih membuat ketagihan. Selain itu, nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, serta meningkatkan kecemasan," kata dia.

2. Lebih diterima secara sosial

Vaping juga dinilai lebih "bebas" dibandingkan merokok karena tidak selalu dibatasi oleh area khusus. Kondisi ini membuat pengguna cenderung mengisap vape lebih sering sepanjang hari. Paparan yang berulang tersebut meningkatkan jumlah nikotin yang masuk ke tubuh serta memperbesar risiko iritasi dan cedera pada paru-paru.

3. Risiko penyakit meningkat

Paparan bahan kimia dalam vape dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru, termasuk terbentuknya jaringan parut, serta meningkatkan risiko kanker. Tidak hanya itu, kandungan nikotin dan zat lainnya juga dapat mengganggu pola tidur dan menurunkan kualitas istirahat.

"Vaping dapat meningkatkan risiko jaringan parut pada paru-paru dan kanker, serta akan memengaruhi kualitas tidur Anda," ujar dr Sood.*