Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Bagi banyak orang yang sedang menjalani program diet ketat atau rutin berolahraga di pusat kebugaran, memisahkan kuning telur dari putihnya seolah sudah menjadi ritual wajib.
Kuning telur sering kali dianggap sebagai "kambing hitam" karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang dituding sebagai penyebab masalah kesehatan. Namun, tren kesehatan dunia kini mulai bergeser ke arah yang lebih utuh dan alami.
Para ahli kesehatan sekarang justru menyarankan kita untuk kembali menikmati telur secara keseluruhan. Mengapa demikian? Ternyata, di dalam bulatan kuning yang mungil itu, tersimpan harta karun nutrisi luar biasa yang sama sekali tidak dimiliki oleh bagian putihnya.
Ahli gastroenterologi dr Shubham Vatsya menyuarakan pentingnya mengonsumsi kuning telur. Menurut pandangannya, membuang kuning telur berarti membuang peluang emas bagi tubuh untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sangat spesifik dan esensial.
"Jangan membuang kuning telur," ujar dr Vatsya dikutip dari laman Hindustan Times pada Senin (23/3/2026).
Dia mengatakan bagian tersebut bukan sekadar "tambahan kalori", melainkan sumber protein tambahan sebesar 3 gram yang sering kali luput dari perhatian mereka yang hanya mengejar asupan dari putih telur saja. Satu butir telur sebenarnya adalah sebuah sistem pendukung kehidupan yang sangat efisien.
Telur memberikan energi berupa protein berkualitas tinggi, lemak sehat, kolin yang sangat krusial untuk kesehatan saraf otak, hingga antioksidan yang menjaga penglihatan tetap tajam di tengah gempuran paparan layar digital yang masif saat ini. Jika hanya mengonsumsi bagian putihnya, Anda memang mendapatkan protein, namun kehilangan "pusat komando" nutrisi yang ada di bagian tengahnya.
Salah satu kandungan yang paling menonjol dalam kuning telur adalah biotin dan vitamin B12. Biotin sering kali disebut sebagai "vitamin kecantikan" karena perannya yang sangat vital dalam menjaga kekuatan akar rambut serta kesehatan kulit agar tetap bercahaya. Sementara itu, vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf agar tetap stabil.
Tanpa asupan B12 yang memadai, seseorang akan lebih mudah merasa lelah, lesu, dan sering kehilangan fokus saat bekerja. Memisahkan kuning telur berarti Anda secara sengaja memotong pasokan "bahan bakar" penting yang membantu sistem metabolisme dan saraf Anda bekerja secara optimal setiap harinya.
Terdapat mitos-mitos lama tentang kesehatan yang sering kali menutup mata kita terhadap fakta yang sebenarnya. Satu butir telur memberikan protein, lemak sehat, kolin untuk kesehatan otak, dan antioksidan untuk penglihatan yang tajam.
Hal ini dinilai sejalan dengan temuan medis yang menyebutkan bahwa kolin, yang hampir seluruhnya ditemukan di bagian kuning telur, nutrisi yang sangat penting namun ironisnya paling sering kurang dikonsumsi oleh masyarakat modern.
Kolin membantu memori jangka panjang dan mengatur suasana hati (mood), menjadikannya nutrisi esensial bagi siapa saja, mulai dari anak-anak di masa pertumbuhan hingga orang dewasa dengan tingkat stres kerja yang tinggi.
Lalu, bagaimana dengan kekhawatiran klasik mengenai kolesterol? Ini adalah bagian yang paling sering disalahpahami.
Penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa bagi mayoritas orang sehat, kolesterol yang berasal dari makanan tidak memiliki dampak negatif sebesar yang dibayangkan terhadap kadar kolesterol dalam darah.
Tubuh manusia justru memerlukan lemak sehat yang terkandung dalam kuning telur untuk membantu penyerapan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Tanpa kehadiran lemak dari kuning telur, vitamin penting yang mungkin Anda dapatkan dari sayur-sayuran lain tidak akan terserap secara maksimal oleh tubuh Anda.
Selain manfaat untuk organ dalam, kuning telur juga menyimpan dua jenis antioksidan kuat yang disebut lutein dan zeaxanthin. Kedua zat ini secara alami terkonsentrasi di dalam kuning telur dan berfungsi layaknya "tabir surya internal" bagi mata. Lutein dan zeaxanthin bekerja melindungi retina dari kerusakan akibat cahaya biru dari gadget dan membantu mencegah penurunan fungsi penglihatan akibat faktor usia.
Mengonsumsi telur secara utuh juga memberikan efek kenyang yang jauh lebih lama dibandingkan jika hanya mengonsumsi putih telur.
Lemak sehat dan protein dalam kuning telur bekerja sama untuk memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga kadar gula darah Anda tetap stabil dan keinginan untuk "ngemil" makanan manis di tengah hari pun berkurang drastis. Ini menjadi kabar baik bagi Anda yang sedang berusaha mengontrol berat badan namun tetap ingin merasa bertenaga dan tidak cepat lapar.*