Sabtu, 29 Februari 2020

INTERNASIONAL

Usulan Penarikan Pasukan dari Irak Ditolak Amerika Serikat

news24xx


Konvoi pasukan Amerika Serikat di Irak. Foto: Reuters. Konvoi pasukan Amerika Serikat di Irak. Foto: Reuters.

RIAU1.COM -Presiden Irak Barham Salih bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Davos pada Rabu (22/1/2020). Keduanya membicarakan penurunan jumlah pasukan di Irak. 

Dilansir dari Antara, menurut kantor kepresidenan Irak, pembicaraan berlangsung setelah Washington pada awal Januari menolak permintaan Irak untuk menarik pasukannya dari negara itu.

"Penurunan jumlah tentara asing serta kepentingan menghormati tuntutan rakyat Irak untuk menjaga kedaulatan negara dibahas selama pertemuan itu," bunyi pernyataan kantor tersebut.

Baca Juga: Diobati dengan Antivirus Remdesivir, Warga Amerika Serikat Sembuh dari Virus Corona

www.jualbuy.com

Parlemen Irak pada 5 Januari mengesahkan resolusi tak mengikat. Resolusi itu memuat permintaan kepada pemerintah agar mengakhiri keberadaan pasukan asing di Irak.

Permintaan itu diajukan setelah serangan udara AS menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis. Pembunuhan Soleimani, yang dibalas Teheran dengan melancarkan tembakan rudal balistik ke dua pangkalan militer Irak yang ditempati pasukan AS, menyoroti pengaruh kekuatan-kekuatan asing di Irak, terutama Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Kedutaan Besar Indonesia di Seoul Ditutup Karena Kasus Covid-19 yang Terus Meningkat

Iklan Riau1

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi telah meminta Washington untuk bersiap-siap menarik pasukan AS, sesuai dengan keputusan parlemen Irak. Namun, pemerintah Trump menolak permintaan itu.

Washington kemudian mengatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki kemungkinan memperluas misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Irak, sebuah rencana untuk berbagi beban di kawasan tersebut.





Loading...