Ilustrasi Ibnu Sina [Foto: Istimewa/internet]
RIAU1.COM - Berkat penelitiannya dibidang ilmu kesehatan, Avicenna atau Ibnu Sina dinobatkan sebagai pelopor ilmu kedokteran eksperimental. Salah satunya penemuan tuberculosis (TBC).
Tak hanya itu, Ibnu Sina juga dinobatkan sebagai dokter pertama yang mendiagnosa penyakit meningitis, bagian mata, dan katup jantung, serta menemukan saraf yang terhubung dengan nyeri otot dinukil dari okezone.com, Kamis, 5 Maret 2020.
Bahkan mahakaryanya hingga saat ini masih menjadi rujukan dan bahan penelitian bagi pegiat di dunia kedokteran.
Salah satu diantaranya yaitu Kitab al-Shifa (Buku Penyembuhan) dan The Canon of Medicine.
Bahkan buku dokter muslim ini yang berjudul Al-Qanun fi Tibb dianggap sebagai buku kedokteran eksperimental paling penting dalam sejarah.
Buku itu mampu menjadi kitab suci dunia pengobatan Islam dan Eropa hingga abad ke-17.
Buku tersebut juga dipakai oleh para dosen kedokteran di Barat untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar sains.