Selasa, 07 Juli 2020

INTERNASIONAL

Bukti Sejarah Jika Negara Arab Sangat Sulit Untuk Bersatu

news24xx


Ilustrasi bangsa Arab (Foto: Istimewa/internet) Ilustrasi bangsa Arab (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Sejarah mencatat bahwa negara-negara Arab yang terhimpun dalam Liga Arab sulit untuk bersatu hingga saat ini.

Dibuktikan pertama kali pada 1977 ketika Presiden Mesir Anwar Sadat mengkhianati bangsa Arab dengan berkunjung ke Israel untuk tujuan perdamaian dinukil dari republika.co.id, Senin, 1 Juni 2020.

Tak hanya itu, pada 1978 ia bahkan menandatangani perjanjian Camp David, sebuah perjanjian dengan Israel yang jelas-jelas menghianati perjanjian antara negara-negara satu kawasan ini.

Baca Juga: Yuk Kenali Lampu Lalu Lintas Pertama di Dunia

www.jualbuy.com

Memasuki perang Irak dan Iran pada 1980-an, beberapa negara Arab seperti Arab Saudi dan Kuwait bahkan mendukung dan membantu Irak sebagai usaha agar revolusi Islam tidak meluas ke negara-negara mereka. Sedangkan, Libya dan Suriah justru mendukung dan membantu Iran.

Baca Juga: Berkat Pinjaman Uang Dari Ibu, Carney Bersaudara Sukses Kenalkan Pizza Hut ke Seluruh Dunia

Tak hanya itu, ketika Irak melakukan aneksasi atas Kuwait di tahun 1990 sikap negara-negara Arab juga tidak sama. 

Selanjutnya, memasuki tahun 1992, ketika Amerika Serikat memprakarsai PBB untuk melakukan embargo udara atas Libya, sebagian besar anggota-anggota Liga Arab bahkan mendukung keputusan PBB tersebut.

Jelas-jelas ini sangat merugikan negara-negara Arab lainnya.

Bukti sejarah kalau negara Arab sangat sulit untuk bersatu memasuki puncaknya sejak kematian Saddam Hussein dan Muammar Qaddafi. Para pemimpinnya tampak mulai sibuk dengan urusannya masing-masing.





loading...
Loading...