Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyro
RIAU1.COM - Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, menanggapi keras pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang meminta agar Amerika Serikat (AS) menculik dirinya.
Kadyrov menyebut Zelensky bersikap pengecut karena hanya mendorong AS bertindak, tanpa berani melakukannya sendiri.
“Si badut itu menyarankan agar pihak berwenang AS menculik saya. Dia bahkan tidak mengancam akan melakukannya sendiri, seperti yang akan dilakukan seorang pria,” tulis Kadyrov di kanal Telegram-nya, dikutip Rmol dari RT, Kamis 8 Januari 2026.
“(Zelensky) dengan pengecut memilih berdiri di samping dan menonton dari jarak aman," lanjutnya.
Pernyataan Kadyrov muncul setelah Zelensky secara terbuka mendesak Washington untuk menculik kepala Republik Chechnya tersebut. Menurut Zelensky, langkah ekstrem itu akan memberi tekanan kuat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan berpotensi mempercepat berakhirnya konflik Ukraina.
Zelensky menyampaikan seruan tersebut sembari meminta para pendukung Barat meningkatkan tekanan terhadap Moskow. Ia bahkan mencontohkan operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai model tindakan yang dianggap efektif.
“Seluruh dunia dapat melihat hasilnya. Mereka melakukannya dengan cepat. Baiklah, biarkan mereka melakukan semacam operasi terhadap Kadyrov. Mungkin setelah itu Putin akan melihat ini dan memikirkannya,” kata Zelensky.*