Rabu, 17 Agustus 2022

KAMPAR

Pemkab Kampar Konsep Kawasan Perkotaan Inklusif

news24xx


Rapat pembahasan Rapat pembahasan

RIAU1.COM - Untuk menghilangkan kawasan kumuh dan mewujudkan perkotaan dengam kawasan pemukiman yang inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan, Kelompok Lurah (Pokja) Perumahan Kawasan Pemukiman (PKP) Mambolo Nagoghi terus mengembangkan arah untuk pembangunan kawasan pemukiman dan perkotaan. 

Baca Juga: Menteri LHK Janji Bantu UMKM Petani Hutan Kampar Tembus Pasar Dunia

Rapat diadakan di Kantor Dinas PU Perkim di Bangkinang Kota, Rabu, (29/06). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Yuricho Efril S.STP yang diwakili oleh Sekretaris Ade Saputra, SE, Msi, Direktur Cipta Solusi Bangun Jaya, instansi terkait, serta konsultan dan Anggota forum PKP. 

Pokja PKP Mambolo Nagohi ini adalah selaku pokja perumahan dan kawasan permukiman yang di ketuai lansung oleh Sekda Kampar Drs. H. Yusri. M. Si dan ketua pelaksananya Kepala dinas Perkim Chalisman dengan anggotanya dari Bappeda, PUPR, Diskominfo, dan DLH Kabupaten Kampar. 

Ketua Pelaksana Pokja PKP Mambolo Nagohi, Chalisman menyampaikan bahwa tujuan PKP ini adalah untuk mensinkronisasikan program-program pemerintah pusat daerah di dalam perumahan dan kawasan pemukiman. 

"SK Pokja PKP Mambolo Nagohi ini sudah ada sejak zaman bapak Aziz Zainal menjabat sebagai Bupati Kampar pada Tahun 2018,"terang Chalisman.

"Mudah mudahan kita dapt lebih tingkatkan Pokja ini untuk mensukseskan program - program di bidang penukiman"harap Chalisman lagi. 

Baca Juga: Ilegal Logging di Kuok Kampar, Mahasiswa Mengadu pada Menteri LHK

Sementara itu Yulita Surya Buana, ST dalam paparannya menyampaikan arah pengembangan pembangunan untuk tahun 2030 sedangkan untuk arah penanganan kawasan pemukiman kumuh kita susun pada jangka pendek dari tahun 2020 sampai 2024, untuk untuk menyinkronkan ini kita juga telah membentuk forum untuk mengumpulkan dan mendata seluruh yang berkaitan dengan kawasan pemukiman dan solusinya," kata Yulita.*





loading...
Loading...