Pencarian korban hilang di Perairan Bintan
RIAU1.COM - Kapal nelayan KM Putra Buluh dilaporkan ditabrak kapal kargo di Perairan Pengikik, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Sabtu (8/8) dini hari. Akibat insiden tersebut, satu kru selamat, sedangkan empat kru lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang Fazzli mengatakan informasi kecelakaan diterima melalui Com Center Kantor SAR Tanjungpinang dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau.
Berdasarkan laporan sementara, KM Putra Buluh membawa lima orang kru. Kapal tersebut berangkat dari Tanjungpandan, Belitung, pada Senin (3/8) sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan aktivitas memancing di perairan sekitar Pulau Pengikik, Tambelan.
“Kapal berada di perairan tersebut sejak 4 Agustus hingga 7 Agustus. Kejadiannya Sabtu dini hari, kapal mereka dilaporkan ditabrak kapal kargo yang berlayar menuju Kalimantan,” kata Fazzli, Senin (10/8) yang dimuat Batampos.
Benturan keras menyebabkan KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian dan tenggelam.
Satu kru kapal bernama Khairul (30) berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tutup fiber sebagai alat bantu apung. Korban kemudian ditemukan dan dievakuasi oleh kapal KM Lima Saudara Kandung yang melintas di lokasi kejadian.
Sementara empat kru lainnya masih hilang, yakni Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).
Fazzli mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi setelah menerima laporan, antara lain SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepri, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, serta pihak pemilik kapal.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak terkait kemungkinan pengerahan unsur Kapal Negara (KN) SAR untuk mendukung operasi pencarian.
SROP Tanjungpinang turut berkoordinasi dengan SROP Natuna dan SROP Sintete guna memantau pergerakan kapal di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih terus melakukan koordinasi dan pemantauan untuk mendukung operasi pencarian terhadap empat korban yang masih hilang,” ujarnya.
Hingga Senin siang, operasi pencarian terhadap empat kru KM Putra Buluh masih berlangsung di perairan sekitar Tambelan dengan melibatkan unsur SAR dan pemantauan lalu lintas kapal di wilayah tersebut. *