Senin, 27 Januari 2020

KRIMINAL

Misteri Hakim Dibunuh Dibuang ke Jurang, Polda Sumut Sudah Periksa 18 Orang

news24xx


Humas PN Medan, Erintua Damanik kepada pers, Selasa.  Humas PN Medan, Erintua Damanik kepada pers, Selasa.

RIAU1.COM - Kematian seorang hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, masih menjadi misteri. Korban dibuang di jurang sebuah dusun di Deli Serdang, dengan mobil Toyota Land Cruiser Prado.

Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Sumut) menyatakan hingga Selasa (3/12/2019),  sudah 18 orang yang diperiksa terkait kematian hakim  Pengadilan Negeri (PN) Medan ,Jamaluddin yang tewas diduga dibunuh.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pasca Tenggelamnya Speedboat yang Membawa 20 TKI Ilegal di Perairan Rupat Utara

www.jualbuy.com 

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Selasa (3/12/2019), mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh tim penyidik Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

"Sudah 18 saksi diperiksa penyidik. Mereka yang dimintai keterangan merupakan kerabat dan keluarga," katanya, seperti dilansir bisnis.com. 

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik mengatakan sejumlah pejabat di lingkungan Pengadilan Negeri telah diperiksa, yakni Ketua Panitera Teni Martin, Kaur Umum Arif Karo-Karo. 

Kemudian, Hakim PN Medan Morgan dan Dominggus, dan staf panitera Larasati.

"Total tujuh orang yang diperiksa di Polrestabes Medan, termasuk saya sendiri juga diperiksa. Kalau yang diperiksa Polda ada satu orang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2029) siang.

Korban yang merupakan hakim dan humas Pengadilan Negeri (PN) Medan itu ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam.

Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

Baca Juga: KPK Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Terkait Suap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Iklan Riau1  

 Menanggapi kasus tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan bahwa korban diduga kuat dibunuh.

R1 Hee. 





Loading...