Festival Bakar Tongkang di Riau Berpotensi Menarik Wisman Asal Tiongkok

6 Juni 2019
Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi. Foto: Kemenpar.

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi. Foto: Kemenpar.

RIAU1.COM -Gaung Festival Bakar Tongkang 2019 sudah cukup terkenal. Dari tahun ke tahun, event ini jadi salah satu agenda pariwisata yang banyak didatangi turis, khususnya dari mancanegara. 

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani dilansir dari Detik.com, Kamis (6/6/2019), mengatakan, Festival Bakar Tongkang banyak menarik wisatawan Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, sampai ke China daratan. Ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, terutama pada pertumbuhan ekonomi.

"Selain didukung Kemenpar, pemerintah setempat juga pro aktif mengajak masyarakat untuk turut mensukseskan event tersebut. Ini menjadi energi positif bagi suksesnya kegiatan tersebut. Semua berperan, dan ini patut kita apresiasi," ujarnya.

Rizki optimis, jangkauan festival ini akan terus meluas ke berbagai negara lainnya. Terlebih, atraksi yang disajikan benar-benar wah dan luar biasa. Selain bisa menyelami budaya atau sejarah atas latar belakang kegiatan tersebut, pengunjung juga sangat terhibur.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, tahun lalu panitia mencatat jumlah pengunjung Festival Bakar Tongkang hingga 69 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 40 ribu merupakan wisatawan nusantara. Sementara sisanya yakni 29 ribu adalah wisatawan mancanegara.

"Data tersebut dihitung berdasarkan jumlah hunian kamar hotel dan jalur pintu masuk transportasi. Setiap tahun memang selalu ada peningkatan. Kita pun berharap tahun ini terjadi lonjakan kunjungan wisatawan. Harus di atas 70 ribu pengunjung," jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, Festival Bakar Tongkang selalu digelar secara meriah dan totalitas. Replika kapal dapat berukuran hingga 8,5 meter, lebar 1,7 meter dan berat mencapai 400 kg. Kapal akan disimpan selama satu malam di Kuil Eng Hok King, diberkati. Kemudian, replika kapal dibawa dalam prosesi melalui kota ke situs di mana akan dibakar.

"Prosesi Tongkang juga melibatkan atraksi Tan Ki. Sejumlah orang menunjukkan kemampuan fisik mereka dengan menusuk diri dengan pisau atau tombak tajam. Namun, aksi tersebut tidak melukai meskipun senjata yang digunakan tajam. Aksi ini agak mirip dengan tradisi Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat," kata dia.

Festival Bakar Tongkang sangat berpotensi menarik wisatawan mancanegara. Khususnya wisman asal Tiongkok maupun warga keturunan yang sudah bermukim di Indonesia. Dari tahun ke tahun, festival ini selalu meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari warga setempat maupun pendatang.