Penggunaan Air Perpipaan Jadi Prioritas di Pekanbaru, Pelaku Usaha Diberi Waktu Tiga Tahun

15 Mei 2026
Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.

Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Siak Pekanbaru memberikan masa transisi selama tiga tahun bagi pelaku usaha yang masih menggunakan air tanah, khususnya yang telah memiliki Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan nilai investasi besar. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekabaru dalam mendorong peralihan penggunaan air tanah ke air perpipaan secara bertahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Siak Pekanbaru Suryana Hakim, Jumat (15/5/2026), mengatakan, pemko tidak ingin proses peralihan dilakukan secara mendadak. Pertimbangan pemko adalah investasi yang telah dikeluarkan para pelaku usaha.

“Bagi pelaku usaha yang sudah membangun instalasi pengolahan air dengan investasi besar, tentu kami memahami kondisi tersebut. Karena itu, kami memberikan masa transisi selama tiga tahun untuk beralih dari penggunaan air tanah ke air perpipaan,” ujarnya.

Optimalisasi penggunaan air perpipaan menjadi tujuan utama pemko. Selain untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Perumdam Tirta Siak, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya konservasi sumber daya air dan pengurangan dampak lingkungan.

"Penggunaan air perpipaan dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk mengurangi risiko banjir akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan," ucap Suryana.

Saat ini, Pemko Pekanbaru memiliki sejumlah sumber Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang tersebar di beberapa wilayah. Zona satu berada di kawasan Danau Buatan, Kecamatan Rumbai.

Kemudian, zona dua berada di Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki. Sementara, zona tiga memanfaatkan sumber air di tepian Sungai Kampar, Desa Kualu, Kabupaten Kampar.

“Pengolahan air yang kami miliki sudah baik dan siap mendukung kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha,” tutur Suryana.