Senin, 24 Februari 2020

NASIONAL

Untuk Melindungi Natuna, Luhut Mengatakan Prabowo Akan Membeli Kapal Perang Denmark

news24xx


Untuk Melindungi Natuna, Luhut Mengatakan Prabowo Akan Membeli Kapal Perang Denmark Untuk Melindungi Natuna, Luhut Mengatakan Prabowo Akan Membeli Kapal Perang Denmark

RIAU1.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan membeli kapal perang fregat buatan Denmark yang mampu berlayar jauh. Kapal perang tersebut kabarnya akan digunakan untuk menjaga perairan terluar Indonesia, termasuk di sekitar Kepulauan Natuna.

Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan kapal akan mendukung operasi Badan Keamanan Maritim (Bakamla).

“Menteri Pertahanan berencana untuk membeli kapal perang laut dengan panjang 143-150 meter, dari galangan kapal di Denmark. Kapal dapat melakukan perjalanan jauh dan gratis; tingkat yang sama dengan fregat, ”kata Luhut, Jumat 17 Januari.

Baca Juga: Jepang Butuh Limbah Sawit Indonesia untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik

www.jualbuy.com

Sebelumnya, setidaknya 50 kapal nelayan Tiongkok, dijaga oleh kapal penjaga pantai Cina, memasuki Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE) pada pertengahan Desember 2019. Bakamla dan militer (TNI) telah memerintahkan mereka untuk pergi tetapi mereka tidak mematuhi perintah.

Beberapa hari kemudian, Indonesia mengirim protes ke China. "Indonesia tidak memiliki yurisdiksi yang tumpang tindih dengan China. Indonesia tidak akan pernah mengakui sembilan garis putus-putus China karena pengaturan garis itu bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana dinyatakan dalam UNCLOS Tribunal Ruling pada 2016," kata Menteri Luar Negeri.

Baca Juga: Mengenal Arti Penamaan Candi Borobudur Dari Pakar Dan Penulis Sejarah

Iklan Riau1

Namun, juru bicara Menteri Luar Negeri China Geng Shuang, di sisi lain, menyatakan bahwa Cina memiliki kedaulatan atas Kepulauan Nansha dan hak berdaulat dan yurisdiksi atas perairan terkait, termasuk ZEE Indonesia di perairan Natuna. Beijing menyatakan memiliki hak historis Laut Cina Selatan dan para nelayan Tiongkok telah lama melakukan kegiatan mereka di perairan terkait di dekat Kepulauan Nansha.

Baru-baru ini, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, mengkonfirmasi bahwa kapal-kapal Cina yang berlayar di perairan Natuna telah meninggalkan ZEE Indonesia. "Mereka masih meluncur masuk tetapi keluar dari ZEE kita," kata Mahfud.

 

 

 

R1/DEVI





Loading...