Ilustrasi [Foto: Istimewa/internet]
RIAU1.COM - Demi mendukung Operasi Pembebasan Irian Barat (Papua), Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan offset dengan membeli persenjataan canggih secara besar-besaran dari Uni Sovet.
Peristiwa itu terjadi tepat hari ini tahun 1961 dinukil dari sosok.id, Rabu, 4 Maret 2020.
Beberapa persenjataan yang diboyong itu adalah Rudal anti kapal Styx/P-15 Termit. P-15 Termit merupakan rudal anti kapal yang dibuat oleh biro desain Raduga Uni Soviet.
Styx juga dianggap merupakan rudal anti kapal generasi pertama milik TNI AL saat itu yang memiliki hulu ledak mencapai 500 kg high explosive.
Selain P-15 ada lagi Torpedo SAET-50. SAET-50 merupakan torpedo paling canggih yang hanya dimiliki oleh Uni Soviet dan Indonesia.
Torpedo ini memiliki diamater 533mm dan mengusung hulu ledak 375 kg. Hebatnya, setelah diluncurkan SAET-50 akan menguber sendiri targetnya melalui pengenalan suara baling-baling kapal.
Berikutnya Raduga KS-1 Komet yang merupakan rudal penjagal kapal Air to Ground, Raduga KS-1 Komet.
Rudal ini berukuran sangat besar, yakni sama ukurannya dengan jet tempur MiG 15 Fagot.
Saat diluncurkan, rudal Raduga KS-1 Komet dibawa oleh pesawat pembom jarak jauh kebanggaan AURI saat itu, Tupolev TU-16 Badger.