Jumat, 29 Mei 2020

NASIONAL

Sandi Minta Segera Lokcdown, Rakyat Nomor Satu Pemulihan Ekonomi Bisa Belakangan

news24xx


Lockdown masih bukan pilihan/net Lockdown masih bukan pilihan/net

RIAU1.COM -Mantan Wagub Jakarta yang juga politikus Gerindra, Sandiaga Uno, mengaku gusar dengan pemerintah yang menolak opsi lockdown untuk mencegah COVID-19. Sandi menyebut Jakarta terutama Jakarta Selatan --tempat dia tinggal, seharusnya sudah bisa dilockdown (partial lockdown). 

"Jakarta sebagai zona merah terutama Jakarta Selatan adalah episentrum penyebaran corona, seharusnya jadi model untuk karantina wilayah atau partial lockdown," ucap Sandiaga Uno dalam Instagramnya, Senin (30/)dilansir Kumparan. 
Baca Juga: Mengulang Masa Kelam 14 Tahun Semburan Lumpur Lapindo

www.jualbuy.com

Sandi menyebut partial lockdown (merujuk wilayah bukan negara), bukan lagi opsi saat kasus corona di Indonesia terus meningkat. Tapi harus jadi aksi pemerintah. 
"Soal hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi mungkin bisa kita negosiasikan nanti, tapi nyawa dan kehidupan rakyat tak ada ruang untuk perdebatan."

Namun, Sandi mengingatkan syarat dari partial lockdown adalah penuhi dulu kebutuhan dasar masyarakat, terutama masyarakat yang ada di kelompok ekonomi terbawah atau masyarakat yang tidak mampu. 

Tidak harus 100 persen yang dijamin pemerintah, tapi hanya 40 persen saja atau bottom 40 percent. Sisanya adalah semangat gotong royong masyarakat. 
"Political will pemerintah akan jadi social movement bagi masyarakat. Kita sudah melihat sebagain besar dari masyarakat yang mampu yang diberi kecukupan sudah beri begitu banyak sumbangsih," imbuhnya. 
Baca Juga: 6 Maskapai Operasikan Penerbangan Khusus Angkutan Kargo Domestik Dari dan Ke Bandara Soekarno-Hatta

Sandi mengingatkan soal tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan wabah corona di garis paling depan. "Jangan biarkan mereka jadi tumbal dari ketidakpastian, beri kesempatan kepada mereka untuk bertempur dengan lawan yang seimbang," pungkasnya.





loading...
Loading...
DN06 | Agung Toyota New Baca