Prabowo Berkilah Program MBG Buat Pengeluaran Negara Membengkak

13 Februari 2026
Presiden Prabowo Subianto m

Presiden Prabowo Subianto m

RIAU1.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat pengeluaran negara menjadi bengkak. Menurutnya, Indonesia hanya mengalami defisit 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Dalam pidato Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Prabowo memastikan kondisi fiskal negara tetap terjaga. APBN tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan, meski program MBG berjalan.

"APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. Jadi, 3% defisit kita, 3% dari PDB," kata Prabowo dikutip dari Antara.

Presiden menilai program MBG merupakan kebijakan penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan program tersebut mungkin tidak terlalu dirasakan manfaatnya oleh kelompok masyarakat mampu, namun sangat dibutuhkan oleh mayoritas rakyat.

Lebih lanjut, presiden mengatakan program tersebut mendapat berbagai kritik dan ejekan, termasuk dari kalangan akademisi sejak pertama diluncurkan. Bahkan, menurutnya, terdapat pihak-pihak yang meramalkan program tersebut akan gagal dan hanya menghamburkan uang negara.

Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar, karena pendanaan program berasal dari hasil efisiensi anggaran pemerintah.

Penghematan dilakukan dengan menekan berbagai pengeluaran yang dinilai tidak produktif, seperti kegiatan rapat, seminar, konferensi, maupun perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala negara menegaskan pengalihan anggaran tersebut justru dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran dan praktik korupsi dalam pengelolaan keuangan negara.

"Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini," tegas Prabowo.*