Prakiraan Cuaca Wilayah Riau 5 Agustus 2026

5 Agustus 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Rabu (5/8/2026) didominasi kondisi cerah berawan dengan potensi hujan ringan hanya terjadi di sejumlah wilayah pada siang hingga dini hari. Di sisi lain, jumlah titik panas (hotspot) di Riau kembali meningkat menjadi 44 titik.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Elisa JS Kedang, menyampaikan pada pagi hari kondisi cuaca umumnya berupa udara kabur hingga cerah berawan.

"Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Indragiri Hilir," ujarnya.

Memasuki malam hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan meluas ke sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, serta Kota Pekanbaru.

BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada hari ini. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga utara dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

"Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah, sehingga aktivitas pelayaran masih relatif aman," jelasnya.

Di tengah kondisi cuaca yang cenderung kondusif, BMKG tetap mencatat peningkatan jumlah titik panas. Hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 426 hotspot di Pulau Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan sebanyak 169 titik, Bangka Belitung 94 titik, Lampung 46 titik, Riau 44 titik, Jambi 42 titik, Sumatera Utara 12 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Kepulauan Riau enam titik, Bengkulu empat titik, dan Aceh dua titik.

"Untuk wilayah Riau, hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 11 titik, disusul Kabupaten Indragiri Hulu sembilan titik, Kota Dumai delapan titik, Kabupaten Pelalawan tujuh titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir masing-masing dua titik, serta Kabupaten Kampar satu titik." urainya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meskipun peluang hujan masih ada di sejumlah daerah, peningkatan jumlah hotspot menunjukkan risiko karhutla masih perlu diantisipasi.*