Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya membantu Indonesia menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang turut berdampak hingga wilayah negara tetangga.
"Ya kita berharap situasinya dapat dipulihkan dengan kadar segera. Kita bersedia membantu pada bila-bila masa. Kalau di diundang untuk bersama-sama, anytime we're ready,” ujar Kuasa Usaha Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Rabu, 16 September 2026 yang dimuat Rmol.id.
Dikatakan bahwa Menteri Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup telah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait penanganan kabut asap atau jerebu lintas batas.
Malaysia juga telah mendapat persetujuan Indonesia untuk melakukan cloud seeding di wilayah perbatasan kedua negara.
“So usaha itu sudah dimulakan di sana dan kita berharap akan dapat membantulah meringankan situasi haze atau jerebu rentas sempadan yang berlaku di sebelah Kalimantan. Insya-Allah, ya,” kata Farzamie.
Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan turut menerpa sejumlah wilayah Malaysia, terutama Sabah dan Sarawak. Dampaknya juga dilaporkan menjangkau Singapura, Brunei, hingga Filipina, termasuk Ibu Kota Manila.
Pemerintah Malaysia pada 5 September 2026 sempat menyatakan status darurat akibat kabut asap di seluruh wilayah Serian, Sarawak, yang berbatasan dengan Indonesia, sebelum status tersebut kemudian dicabut.*
