Ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah Naik 59,63 Persen

2 Maret 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Januari tahun 2026, kinerja ekspor komoditas nonmigas unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya mengalami peningkatan.

"Selama Januari tahun 2026 yaitu untuk CPO dan turunannya , besi dan baja, serta batu bara. Total ketiganya memberikan kontribusi sebesar 29,31 persen dari total ekspor nonmigas di Indonesia pada Januari 2026," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers BPS, Senin (2/3/2026) yang dimuat Liputan6.com.

Ateng menjelaskan, khusus untuk CPO dan turunnya naik 59,63 persen secara tahunan atau secara year on year. Sedangkan untuk ekspor besi dan baja mengalami penurunan 0,13 persen secara tahunan, demikian juga untuk ekspor batubara mengalami penurunan 16,04 persen secara tahunan.

Adapun BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai USD 22,16 miliar atau naik 3,39 persen dibanding ekspor Januari 2025.

"Pada Januari 2026 nilai ekspor mencapai USD 22,16 miliar atau naik 3,39 persen jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun 2025," ujarnya.

Untuk rinciannya, nilai ekspor migas pada Januari 2025 tercatat USD 0,89 miliar atau turun 15,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, nilai ekspor nonmigas tercatat USD 1,06 miliar atau naik 4,38 persen.

Ia menjelaskan, peningkatan nilai ekspor Januari 206 didorong oleh ekspor nonmigas terjadi pada beberapa komoditi nonmigas, yang pertama lemak dan minyak hewan nabati atau HS 15 itu naik 46,05 persen.

"Nah, lemak dan minyak hewan nabati ini juga memberikan andil terhadap peningkatan total nilai ekspor 4,61 persen," ujarnya,

Kemudian, ekspor nonmigas yang juga mengalami kenaikan yaitu nikel dan barang daripadanya atau HS 75, naik 42,04 persen dengan andil 1,43 persen, dan juga ekspor mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya atau HS 85 naik 16,27 persen dengan andilnya 1 persen terhadap peningkatan total nilai ekspornya.

BPS mencatat terdapat tiga besar negara yang menjadi tujuan ekspor utama ekspor nonmigas Indonesia, yakni ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.

"Tiga besar negara tujuan ekspor utama Indonesia yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share yang cukup tinggi yaitu 43,77 persen dari total ekspor nonmiga di Indonesia pada kondisi Januari 2026," ujarnya.

Ekspor nonmigas ke Tiongkok sebesar USD 5,27 miliar yang didominasi oleh ekspor besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, dan bahan bakar mineral.

Sedangkan ekspor nonmigas ke Amerika Serikat nilainya mencapai USD 2,51 miliar, dengan komoditasnya mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesorisnya (rajutan). Lalu, ke India nilai ekspor nonmigasnya mencapai USD 1,52 miliar, utamnya didorong oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja.*