Hilirisasi Sawit, Pemeritah Yakin Stop Impor Solar Mulai Tahun Ini

30 Maret 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan, Pemerintah terus menggenjot hilirisasi komoditas sawit menjadi biodiesel B50. Mentan menegaskan langkah ini diambil dalam langkah menghentikan ketergantungan terhadap impor solar.

“Janji Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu tahun ini kita tidak impor dan itu selesai,” ujar Amran dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (30/3/2026) yang dimuat okezone.com.

Mentan menambahkan, kebijakan hilirisasi sawit juga berdampak pada peningkatan kinerja ekspor komoditas sawit Indonesia. Volume ekspor sawit disebut meningkat sekitar 6 juta ton dibandingkan periode sebelumnya.

"Sawit kita, ekspor naik 6 juta ton. Sawit, 32 juta ton, dulu 26 juta ton. 25 juta ton, sekarang naik 6 juta ton," lanjutnya.

Menurut Amran, kebijakan pengembangan biosolar turut memengaruhi keseimbangan pasar global. Pengurangan volume ekspor untuk kebutuhan domestik dinilai mendorong kenaikan harga sawit dunia, yang kemudian memberi insentif bagi petani untuk meningkatkan produksi.

"Kalau ekspor ini dikurangi 5 juta ton, naik enggak harga dunia? Naik kan? Karena harga dunia naik, petani berproduksi, 10-60 juta ton. Jadi hebat kebijakan, itu baru kebijakan, belum anggaran," ungkapnya.

Selain hilirisasi sawit, Mentan juga memaparkan Pemerintah mendorong akselerasi hilirisasi hasil pertanian lainnya menjadi biofuel, termasuk pengembangan bensin campuran etanol berbasis jagung, ubi, dan tebu, menyusul krisis energi global.

Dia menyebut langkah ini juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. "Ini adalah hasil tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden pada saat kita rapat minggu lalu sebelum beliau (Presiden) bertolak ke Jepang dan Korea Selatan. Beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas kita butuh langkah cepat," katanya.

Mentan melanjutkan, hilirisasi sektor pertanian menjadi E20 akan berasal dari komoditas pertanian domestik seperti jagung, ubi, dan tebu yang dinilai sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Menurutnya, komoditas tersebut tersedia luas di berbagai daerah.

"Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama," katanya lagi.*