Pendaftaran CPNS Jalur Sekolah Kedinasan Dibuka Hari Ini

18 Agustus 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya dibuka sebanyak 3.257 formasi.

Berdasarkan laman Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN), pendaftaran seleksi sekolah kedinasan 2026 dibuka mulai hari ini, Selasa (18/8) hingga Minggu (30/8). 

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam keterangan resmi, Selasa (18/8) yang dimuat Kumparan.com.

Lebih lanjut, Rini menjelaskan setelah pengumuman resmi dibuka, pendaftaran dilakukan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dapat diakses melalui laman sscasn.bkn.go.id.

Tahun ini terdapat 9 instansi yang membuka formasi sekolah kedinasan. Di antaranya meliputi Kementerian Dalam Negeri melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menyediakan 1.410 formasi. 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan dengan 891 formasi.

Selain itu, Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di bawah Kementerian Keuangan menyediakan 1.000 formasi.

Selanjutnya, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membuka 50 formasi. Politeknik Statistika STIS di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) menyediakan 564 formasi.

Kementerian Hukum melalui Politeknik Pengayoman Indonesia membuka 250 formasi. Sementara Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyediakan 375 formasi.

Adapun Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuka 130 formasi dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) menyediakan 100 formasi.

Seleksi Sekolah Kedinasan Tetap Gunakan CAT

Dalam proses seleksi, pemerintah tetap menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini digunakan untuk mencegah praktik kecurangan dalam seleksi CASN seperti titipan orang dalam dan joki.

Rini mengingatkan calon peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. Menurutnya, peserta harus mengandalkan kemampuan sendiri dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” ujar Rini.

Setelah proses pendaftaran, pemerintah menargetkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sekolah kedinasan berlangsung pada September 2026.

SKD terdiri dari tiga materi utama, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Peserta yang dinyatakan lolos SKD kemudian akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang diselenggarakan oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Adapun jadwal dan mekanisme seleksi lanjutan akan diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.*