Presiden Prabowo Koreksi Desain Ibu Kota Nusantara

15 Januari 2026
Ibu Kota Nusantara (IKN)

Ibu Kota Nusantara (IKN)

RIAU1.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto memberikan koreksi terhadap desain dan fungsi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu koreksi yang menjadi perhatian adalah penambahan embung sebagai bagian dari perencanaan kawasan.

"Desain itu kan dalam artian luas juga ya. Termasuk fungsi. Misalnya, sebuah kawasan perlu diperhatikan desain dan fungsinya, contohnya penambahan embung-embung," kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Prasetyo menjelaskan, perhatian Presiden Prabowo didorong oleh kondisi iklim di wilayah IKN yang cenderung panas serta adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kawasan tersebut berada di wilayah dengan tutupan hutan yang luas.

Oleh karena itu, kata Prasetyo, Presiden Prabowo menekankan agar desain pembangunan benar-benar memperhitungkan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai risiko lingkungan.

“Karena di sana kan masalah iklim. Pertama panas, kedua ada potensi kebakaran karena berada di wilayah dengan banyak hutan,” ujarnya.

Prasetyo juga menyampaikan bahwa Kepala Otorita IKN telah melaporkan sejumlah langkah yang sudah diterapkan, termasuk penggunaan teknologi sensor. Presiden Prabowo pun meminta agar sistem-sistem tersebut terus diuji coba untuk memastikan efektivitasnya.

“Jadi diminta untuk dipikirkan desain-desain yang mengantisipasi hal tersebut. Kemarin Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa metode, termasuk pemasangan sensor. Ini diminta untuk terus diuji coba,” paparnya.*