Meranti Ingin Tuan Rumah Porprov Ditunjuk Langsung, Ini Kata Ketua KONI Riau

28 Januari 2019
Wakil Ketua KONI Kepulauan Meranti, Sudarto saat berikan pemaparan di Musorprovlub KONI Riau beberapa waktu lalu (foto: barkah/riau1.com)

Wakil Ketua KONI Kepulauan Meranti, Sudarto saat berikan pemaparan di Musorprovlub KONI Riau beberapa waktu lalu (foto: barkah/riau1.com)

RIAU1.COM - Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) telah terpilih sebagai tuan rumah Porprov X Riau tahun 2021 mendatang, setelah menang 11 suara dari dua kabupaten/kota lainnya yang menjadi kandidat pada Musorprovlub KONI Riau, Jumat (25/1/2019) lalu.

Gagal menjadi tuan rumah Porprov X Riau karena hanya mendapatkan satu suara dari 14 suara yang diperebutkan, Kabupaten Kepulauan Meranti berkeinginan pada Porprov Riau 2024 mendatang dilakukan penunjukan langsung.

Bukan tanpa sebab, Wakil Ketua KONI Kepulauan Meranti, Sudarto beralasan, dengan dilakukan penunjukan langsung kabupaten/kota sebagai tuan rumah Porprov, berdampak positif untuk pemerataan Infrastruktur olahraga daerah.

"Kami berharap kedepannya tuan rumah Porprov ditunjuk, agar setiap kabupaten/kota mendapat giliran, sehingga bisa pemerataan sarana dan prasarana olahraga," kata Sudarto.

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis mengatakan, sampai saat ini untuk menentukan tuan rumah Porprov memang menggunakan sistem tunjuk. Tapi, untuk penunjukan langsung, harus ada dasarnya, tidak bisa asal tunjuk.

"Sekarang ini ada tiga dan empat kabupaten/kota yang ingin menjadi tuan rumah Porprov X Riau 2021, kalau kita lakukan dengan sistem tunjuk langsung, tentu harus dicari dulu dasar penunjukannya apa," ucapnya.

Emrizal menjelaskan, kalau menggunakan sistem voting, proses pemilihannya fair play. Kabupaten/kota yang menjadi kandidat diberi kesempatan untuk mengekspos keunggulan dan kelebihan dari daerahnya masing-masing.

"Melalui pemilihan voting ini, kita berikan kabupaten/kota pemilik hak suara untuk menentukan pilihannya," kata Emrizal Pakis kepada Riau1.com, Senin (28/1/2019).

Masih kata Emrizal, sistem voting ini sampai sekarang juga digunakan ditingkat KONI Pusat dalam menentukan tuan rumah PON 2020. "Dan sampai saat ini tidak ada keluhan dari provinsi lainnya," pungkasnya.