Dari Pemula hingga Senior, Berkuda Jumping Ramaikan Arena Pekanbaru

25 Januari 2026
pemilik Coach Aldo Ranch (CAR) Aldo Nugraha bersama atlet berkuda di ranch miliknya, Jalan Tuanku Tambusai, Minggu (25/1/2026). Foto: Surya/Riau1.

pemilik Coach Aldo Ranch (CAR) Aldo Nugraha bersama atlet berkuda di ranch miliknya, Jalan Tuanku Tambusai, Minggu (25/1/2026). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Olahraga berkuda yang dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) memiliki berbagai cabang. Cabang olahraga berkuda di antaranya berkuda endurance atau jarak jauh, dressage atau bertunggang serasi, berkuda memanah, hingga berkuda jumping atau show jumping.

Hal ini diungkapkan pemilik Coach Aldo Ranch (CAR) Aldo Nugraha di ranch miliknya, Jalan Tuanku Tambusai, Minggu (25/1/2026).

"Cabang berkuda jumping tengah kami persiapkan secara serius oleh CAR. Hal ini sebagai bagian dari upaya pembinaan dan kaderisasi atlet berkuda di Provinsi Riau," katanya.

Dalam kejuaraan berkuda jumping yang digelar di Pekanbaru, panitia membagi pertandingan ke dalam tiga kelas utama. Kelas pertama adalah kelas pemula.

"Kelas pemula ini khusus bagi atlet yang benar-benar baru pertama kali belajar jumping. Ketinggian rintangan pada kelas ini berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Atlet dilatih untuk mengendalikan kuda, melompati rintangan, serta mengatur langkah kuda dengan baik,” jelas Aldo.

Selanjutnya, terdapat kelas menengah atau intermediate dengan ketinggian rintangan 40 hingga 60 sentimeter. Kelas ini diikuti oleh atlet yang sudah memiliki pengalaman lebih dibandingkan pemula. 

Sementara itu, kelas tertinggi yang dipertandingkan adalah kelas senior dengan ketinggian rintangan 70 hingga 80 sentimeter. Sebenarnya, terdapat kelas profesional dengan rintangan setinggi satu meter. Namun, kelas tersebut belum dipertandingkan karena jumlah atlet profesional masih terbatas. 

“Tujuan utama kami adalah pembinaan dan kaderisasi. Karena itu, untuk sementara kelas pro belum kami gelar,” kata Aldo.

Meskipun kegiatan ini pada awalnya dirancang sebagai ajang lokal Riau, sejumlah peserta dari luar daerah turut ambil bagian. Atlet berkuda dari Sumatera Utara hadir dan berpartisipasi setelah mendapat izin khusus dari panitia. 

"Total peserta yang mengikuti kejuaraan ini mencapai sekitar 60 orang, yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni beginner, intermediate, dan senior," ungkap Aldo.

Dalam olahraga berkuda jumping, faktor utama bukan terletak pada besar atau kecilnya kuda. Melainkan, faktor utama adalah kemampuan atlet dalam mengendalikan kuda. 

“Pada dasarnya, kuda mampu melompat tinggi. Yang terpenting adalah kontrol atlet terhadap kudanya. Selama atlet mampu mengendalikan kuda dengan baik, ukuran kuda juga bukan menjadi masalah,” tutupnya.