Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Kalau Indonesia punya durian bawor, durian merah, hingga durian petruk, Malaysia juga punya varietas durian andalan, yaitu durian Musang King. Bagi para pencinta durian, nama yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi, bukan?
Durian Musang King dikenal sebagai salah satu durian premium dengan daging tebal, warna kuning cerah, serta rasa manis pahit yang khas. Tak heran jika varietas ini menjadi salah satu komoditas durian paling terkenal dari Malaysia.
Belakangan ini, pemerintah Malaysia semakin serius melindungi reputasi durian tersebut. Dikutip Kumparan dari Malay Mail, pemerintah meningkatkan berbagai upaya untuk menjaga merek Musang King sekaligus mempertahankan kepemilikan negara atas varietas durian tersebut.
Menteri Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia, Mohamad Sabu, mengatakan bahwa pemerintah menyadari adanya dugaan durian dari Thailand dan Vietnam yang dipasarkan dengan nama Musang King.
Menurutnya, Malaysia telah mendaftarkan Musang King sebagai produk dengan status Geographical Indication (GI) atau Indikasi Geografis. Artinya, nama tersebut secara resmi dilindungi dan tidak boleh digunakan sembarangan oleh negara lain.
“Kami telah mendaftarkan GI untuk Musang King yang merupakan milik Malaysia. Negara lain tidak dapat menamai durian mereka sebagai Musang King meskipun bentuknya hampir sama,” ujar Mohamad Sabu seperti dikutip dari Malay Mail, Kamis (5/3).
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menjawab pertanyaan anggota parlemen Beruas, Ngeh Koo Ham, mengenai kemungkinan adanya durian dari Thailand dan Vietnam yang diekspor langsung ke China dengan label Musang King.
“Setiap kali saya berkunjung ke China, baik untuk urusan resmi maupun pribadi, saya selalu menyempatkan diri memperhatikan durian yang dijual di sana… Terkadang diberi label Musang King, tetapi rasanya jelas tidak sama,” ujarnya.
Untuk memastikan keaslian produk, pemerintah Malaysia juga bekerja sama dengan otoritas China, yaitu General Administration of Customs of China, guna memastikan ekspor Musang King asli dari Malaysia mendapat pengakuan yang tepat.
Di sisi lain, Federal Agricultural Marketing Authority atau FAMA turut memperkuat upaya branding dengan memberikan label sertifikasi MyBest pada durian Musang King yang resmi diekspor.
Mohamad Sabu menambahkan bahwa lembaga penegak hukum, termasuk Malaysian Quarantine and Inspection Services (MAQIS), akan meningkatkan pembahasan teknis dan dialog dengan regulator China untuk mengatasi masalah pelabelan yang tidak tepat.
Ia menegaskan bahwa melindungi merek Musang King sangat penting karena ekspor durian ke China telah berkembang menjadi industri bernilai tinggi dan semakin menjadi sumber pendapatan penting bagi para petani durian Malaysia.
“Karena itu, kami akan terus mempertahankan Musang King sebagai merek milik Malaysia,” jelas dia.*