Ilustrasi e-sport (Foto: Istimewa/Internet)
RIAU1.COM - Fakta dari olahraga elektronik (e-sports) atau olahraga game online sangat menarik untuk diikuti.
Seperti dikutip dari kompas.com, Senin, 2 September 2019, untuk Indonesia sendiri per Januari 2019 pendapatan industri e-sports ini mencapai 941 juta dollar AS atau Rp13 triliun.
Jika di bandingkan dengan negara tetangga, Indonesia berada di peringkat 17 dengan pendapatan tertinggi dari game online. Mereka berada dibawah Asosiasi Olahraga Video Games Indonesia (AVGI) yang tersebar di 12 provinsi.
AVGI merupakan organisasi independen yang fokus melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya atlet e-sports dengan sistem keanggotaan terbuka (keanggotaan berlaku bagi pelaku dan pegiat e-sports di Indonesia).
Meskipun mampu meraup keuntungan, Sekretaris Jenderal AVGI Angki Trijaka mengatakan bahwa kondisi e-sports saat ini belum seimbang. Banyak turnamen yang jadwalnya berbenturan.
"Turnamen e-sports bertabrakan. Ini berarti harus ada regulasi," ungkapnya.
Seharusnya ada pendataan terhadap para pemain e-sports. Pendataan ini terhadap para pemain profesional atau tidak. Pendataan adalah langkah yang diambil agar memudahkan penjaringan atlet pada kejuaraan e-sports internasional seperti SEA Games.