Selasa, 07 Juli 2020

OLAHRAGA

Ketika Kursi Pelatih Sepakbola Senior China Pernah Diisi Orang Indonesia

news24xx


Skuad Garuda saat bermain di Piala Dunia (Foto: Istimewa/internet) Skuad Garuda saat bermain di Piala Dunia (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda, negeri ini pernah mengekspor pelatih sepakbolanya ke China.

Dia adalah Tai Lin-tjhing orang Indonesia asli dinukil dari bola.com, Rabu, 27 Mei 2020.

Tak banyak rekam jejaknya saat itu. Yang jelas, pada tahun 1930, ia pernah bermain di Jakarta untuk UMS (Union Makes Strength). Lalu memilih hengkang ke negara Tirai Bambu.

Disana dia diangkat sebagai pelatih kepala skuad tim senior untuk kualifikasi Piala Dunia 1958.

Saat membawa kesebelasan ke Jakarta untuk menghadapi Indonesia, namanya kembali dikenal. Tak ada yang tak mengenal sosoknya saat tiba tiba di Bandara Kemayoran, Jakarta, 5 Mei 1957.

Kiprahnya dalam meracik strategi anak-anak China disaksikan oleh 80 ribu orang di Lapangan Ikada atau lapangan Gambir, kawasan Monas, yang merupakan pusat kegiatan olahraga Jakarta sebelum kawasan Senayan dibangun.

Baca Juga: Jadi Poros Klub Liga 2 Sumatera, Asprov PSSI Riau Ajukan 3 Stadion ke PT LIB untuk jadi Tuan Rumah

www.jualbuy.com

Tanpa diduga, China membuat kesulitan skuad Indonesia yang saat itu diasuh oleh Antun Pogacnik. Sepanjang laga babak pertama, China menguasai hampir 90 persen penguasaan bola.

Namun tidak di babak kedua, skuad Garuda menunjukkan kelasnya dengan menciptakan serangan cepat lewat aksi Ramang.

Baca Juga: Audiensi dengan Asprov PSSI Riau Soal Jadwal Liga 2 2020, Gubri Syamsuar: Kita Siap jadi Tuan Rumah

Tembakan keras Ramang mengagetkan kiper China, Tjang Tjun-hsiu, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Indonesia. 

China membalas semenit berselang, namun wasit menganulir karena dianggap off-side. Indonesia makin percaya diri.

Ramang kembali membesarkan harapan Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia di Swedia setelah menjebol gawang China. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Setelah menempuh play-off dan lolos ke fase berikutnya, Indonesia mundur karena dengan tegas tak mengakui Israel sebagai negara.

Indonesia bergabung dengan Sudan, Mesir, dan Israel setelah menempuh Kualifikasi Piala Dunia Swedia 1958 yang menempati Grup 1 Zona Asia dan Afrika.





loading...
Loading...