14 Ribu Lapangan Kerja di KIT Terancam Diisi Pekerja Luar Pekanbaru

4 April 2026
Asisten I Setdako Pekanbaru Masykur Tarmizi. Foto: Surya/Riau1.

Asisten I Setdako Pekanbaru Masykur Tarmizi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menyatakan pentingnya kesiapan sumber daya manusia lokal dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Tenayan (KIT). Diperkirakan, kawasan industri tersebut akan menyerap hingga 14 ribu tenaga kerja saat mulai beroperasi.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Masykur Tarmizi, Sabtu (4/4/2026), mengatakan, jika warga Pekanbaru tidak dipersiapkan sejak dini, maka peluang kerja tersebut berpotensi diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah. Kondisi tersebut menjadi dasar pemikiran Pemko Pekanbaru untuk terus mendorong kehadiran lembaga pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja siap pakai sesuai kebutuhan industri.

"Upaya tersebut sebenarnya telah kami rintis sejak 2014 melalui pembentukan Yayasan Tengku Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Namun, rencana itu terkendala regulasi yang tidak lagi memperbolehkan pemerintah daerah mendirikan yayasan untuk perguruan tinggi," ungkapnya.

Selanjutnya, Pemko Pekanbaru sempat mengusulkan pembangunan pendidikan vokasi khusus hilirisasi kelapa sawit kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut sempat mendapat respons positif. Namun, usualan ini batal direalisasikan akibat dinamika kebijakan dan minimnya dukungan.

“Padahal saat itu sudah ada persetujuan. Tetapi karena berbagai dinamika, pembangunan dialihkan ke provinsi lain,” ujar Masykur.

Pada tahun 2022, Pemko kembali mengajukan pembangunan perguruan tinggi vokasi negeri di Pekanbaru. Namun, rencana tersebut kembali terhambat akibat kebijakan moratorium pendirian perguruan tinggi negeri.

"Sebagai alternatif, pusat menyarankan agar kami menggandeng politeknik untuk membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Upaya ini sempat ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan Politeknik Batam, meskipun pelaksanaannya belum terealisasi hingga kini," sebut Masykur.

Kerja sama dengan Politeknik Batam sudah dilakukan. Namun, kerja sama inu sempat terhenti karena dinamika pergantian kepemimpinan di Pemko Pekanbaru.

Ke depan, Pemko Pekanbaru berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan daerah di tingkat pusat. Agar, pembangunan perguruan tinggi vokasi dapat terwujud. Kehadiran institusi tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

“Harapan kami, masyarakat Pekanbaru dapat menikmati kehadiran perguruan tinggi vokasi negeri untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di masa depan,” tutupnya.