Dinkes Pekanbaru Lelang Proyek Lanjutan Pembangunan RS Madani Rp20 Miliar Bulan Ini
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasutiona. Foto:. Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru sedang melelang proyek lanjutan pembangunan Rumah Sakit (RD) Madani milik Pemko Pekanbaru tahun ini. Nilai lelang proyek ini mencapai Rp20 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, beberapa hari lalu, mengatakan, pembangunan fisik RS Madani sedang dalam progres. Tahun ini, ada lelang lagi senilai Rp20 miliar.
"Bangunan belakang (yang belum selesai dibangun) sudah masuk proses lelang. (Berkas lelang) sudah masuk Unit Layanan Pengadaan," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, RS Madani milik Pemko Pekanbaru sepi pengunjung sejak diresmikan pada Februari 2018 lalu. Rumah sakit ini juga belum terakreditasi sampai saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat diwawancarai wartawan di kantor wali kota, Jumat (1/3/2019), mengungkapkan, pembangunan RS Madani dimulai pada 2016 lalu. Saat itu, pembangunan gedung utama dan instalasi gawat darurat (IGD) dimulai beserta jaringan pendingin udara, gas medis, dan lift. Pembangunan ini sudah selesai.
"Pada 2019 ini, kami melanjutkan pembangunan gedung londri, gedung rawat inap, dan ruang operasi, dan lain-lain. Pembangunan kami selesaikan tahun ini," kata Indra Pomi.
Sejak diresmikan pada Februari 2018 lalu, RS Madani sudah memiliki 21 dokter spesialis. Namun, pengobatan pasien dialihkan ke klinik-klinik yang ada di Kota Pekanbaru.
"Pasien tidak ada karena RS Madani masih proses akreditasi. Masyarakat berobat ke klinik-klinik saja," saran Indra Pomi.
Mengenai Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sepi, hal itu dikarenakan masyarakat berobat ke IGD di rumah sakit lain. Karena, masyarakat memilih pelayanan yang cepat.