Kamis, 02 April 2020

PEKANBARU

Dishub Pekanbaru Tak Bisa Protes, Tagihan Listrik Lampu Jalan yang Mati Tetap Ditagih 12 Jam oleh PLN

news24xx


Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso. Foto: Surya/Riau1. Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru telah memasang 500 meteran listrik untuk mengetahui tagihan listrik penerangan jalan umum (PJU) yang sebenarnya. Meski begitu, Dishub tak bisa protes jika ada lampu jalan yang mati dimana tagihan tetao berjalan sesuai kebijakan PLN.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Yuliarso, Kamis (20/2/2020), mengatakan, pihaknya memasang meteran di 500 tiang lampu jalan pada 2019. Pihaknya juga sekaligus mengganti bola lampu bohlam dengan lampu hemat energi (LHE).

"Jadi, semua tagihan PJU terukur. Tapi, pemasangan meteran listrik itu bukan di tiap tiang PJU," ujarnya.

Baca Juga: Dinkes Pekanbaru Gunakan Seluruh Alat Rapid Test, 350 ODP Corona Dinyatakan Negatif

www.jualbuy.com

Meterisasi listrik dipasang untuk setiap 40 tiang PJU atau sesuai jalur dan kekuatan arus listrik di area itu. Dengan pemasangan meteran listrik ini, tagihan PJU bisa ditekan.

"Pemasangan meteran listrik ini dikali 12 jam dan dianggap hidup terus. Padahal, ada beberapa lampu yang tidak hidup hingga 12 jam, dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi," ucap Yuliarso.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Terima Bantuan 1.200 Rapid Test Corona dan 17.000 Masker dari 2 Kelompok Masyarakat Tionghoa

Iklan Riau1

Meski begitu, sejak dipasang meteran listrik, tagihan 41.000 PJU itu bisa ditekan hingga mencapai angka Rp7 miliar pada bulan Januari. Rinciannya, Rp6 miliar non meterisasi (PJU yang belum dipasang meteran) dan Rp1 miliar meterisasi. Padahal sebelum dipasang meteran listrik, tagihan PJU mencapai Rp12 miliar sebulan.

"Kami harus menekan tagihan listrik PJU hingga Rp6 miliar. Begitu perintah wali kota," ungkap Yuliarso.





Loading...
DN05 | Agung Toyota 2