Koordinator Pelaksana pada Lemigas Kemen ESDM Lisna Rosmayati dalam kegiatan Konsultasi Publik Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga melalui KPBU di SKA Co Ex Pekanbaru, Jumat (10/9/2021). Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Sebanyak 12.183 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) telah beroperasi di Pekanbaru. Pasokan gas ternyata disuplai dari Kabupaten Pelalawan.
Koordinator Pelaksana pada Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) Lisna Rosmayati dalam kegiatan Konsultasi Publik Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga melalui Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di SKA Co Ex Pekanbaru, Jumat (10/9/2021), mengungkapkan, potensi pasokan gas untuk jaringan gas rumah tangga di Kota Pekanbaru disuplai oleh EMP Bentu Ltd (anak perusahaan dari PT Energi Mega Persada (EMP) di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Gas didistribusikan melalui pipa dari fasilitas pengolahan gas Sengat Gas Plant-1(SGP-1) di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
"Produksi gas 80 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMscfd) saat ini," ujarnya.
Gas itu dialirkan menuju Baru Gas Plant (BGP) di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Selanjutnya, gas itu dialirkan ke metering system yang terletak di Kecamatan Limapuluh.
"Alternatif pasokan gas berikutnya adalah gas dari Region 2. Region 2 membentang dari wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera bagian Tengah dan Selatan)," ungkap Lisna.
Nantinya, gas ini dapat dialirkan menggunakan pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia TGI (pipa Grissik-Duri). Potensi gas ini juga dapat berasal dari gas yang diekspor ke Singapura. Ekspor gas ke Singapura akan berakhir pada 2023.
