Sabtu, 28 Mei 2022

PEKANBARU

Mendagri Tito Minta Warga Pekanbaru Tak Lengah dengan Varian Omicron

news24xx


Mendagri Tito Karnavian saat meninjau vaksinasi anak di SD Negeri 36 Pekanbaru, Jumat (21/1/2022). Foto: Surya/Riau1. Mendagri Tito Karnavian saat meninjau vaksinasi anak di SD Negeri 36 Pekanbaru, Jumat (21/1/2022). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Warga Pekanbaru diingatkan agar tak lengah dengan varian Omicron. Pasalnya, ledakan kasus Covid-19 kembali terjadi di beberapa negara, termasuk Singapura dan Malaysia. 

"Indikator kasus Covid-19, baik kasus positif, angka kematian yang jauh menurun keterisian rumah sakit sudah sangat rendah sekali. Tapi kita jangan lengah. Karena, ada varian baru Covid-19 yaitu Omicron," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 36 Pekanbaru, Jumat (21/1/2022). 

Ledakan kasus Covid-19 terjadi di negara lain. Bahkan, kasus Covid-18 di negara Singapura dan Malaysia lebih tinggi dari Indonesia. 

"Australia juga meledak dengan 100.000 kasus per hari, Amerika Serikat 1.000.000 juta kasus per hari. Di Eropa juga demikian. Artinya, kita tidak boleh lengah," ujar Tito. 

Baca Juga: 3 Orang Tercatat Jadi Calon Rektor UNRI, Dekan FISIP Nonaktif Diisukan Ikut Mendaftar



www.jualbuy.com

Protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Kemudian, percepatan vaksinasi juga terus dilakukan. 

"Saya tahu bahwa vaksinasi dosis pertama cukup tinggi sekitar 86 persen. Dosis kedua juga cukup baik saat ini," ucap Tito. 

Nanti, warga Pekanbaru juga akan disuntik dengan booster atau dosis ketiga untuk meningkatkan antibodi. Supaya, kekebalan tubuh naik. 

Baca Juga: Kebocoran Pipa di Jalan Juanda Diperbaiki PDAM Tirta Siak Pekanbaru

Warga lanjut usia (lansia) yang belum divaksin, perlu dilakukan vaksinasi door to door. Terkadang, lansia susah dibawa ke tempat vaksinasi. 

"Karena yang meninggal rata-rata lansia," sebut Tito. 

Kemudian, vaksinasi anak usia 6-11 tahun juga harus dilakukan. Pemerintah tak ingin kehilangan generasi atau tidak maksimal dalam belajar. 

"Makanya, kami percepat vaksinasi agar Covid-19 bisa terkendali dan ekonomi berjalan," tukas Tito. 





loading...
Loading...