17 KK Mengungsi Akibat Banjir Luapan Sungai Siak di Meranti Pandak Pekanbaru

6 Januari 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar berbincang dengan Kalaksa BPBD Iwa Gemino. Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar berbincang dengan Kalaksa BPBD Iwa Gemino. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mendirikan tenda penampungan bagi warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Siak di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemko dalam menangani kondisi darurat yang dialami warga.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Selasa (6/1/2025), mengatakan, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah kini. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) telah menempati tenda penampungan yang disediakan.

"Awalnya, hanya 8 KK mengungsi, kemudian bertambah menjadi 14 KK pada malam hari. Dengan penambahan satu tenda dari Dinas Sosial, tiga KK lagi masuk ke lokasi pengungsian. Jadi total saat ini ada 17 KK yang mengungsi,” urainya.

Pemko Pekanbaru akan memastikan seluruh kebutuhan dasar dan pelayanan darurat bagi warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik. Pemko telah menyiapkan dukungan logistik, termasuk pemenuhan kebutuhan harian melalui dapur umum.

“Mudah-mudahan, aeluruh kebutuhan warga akan kami penuhi. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, kami siapkan melalui dapur umum,” ujar Markarius.

Seiring dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah hulu Sungai Siak, penduduk yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kampar dan Rokan Hulu masih berpeluang mengalami hujan, yang dapat memicu kenaikan permukaan air sungai.

“Kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah siaga di lapangan untuk menghadapi perkembangan situasi,” tutupnya.