534 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru, Satu Warga Meninggal Dunia

13 Agustus 2026
Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.

Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat sebanyak 534 kasus DBD di Kota Pekanbaru hingga akhir Juli ini.

"Dari ratusan kasus tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan warga Kecamatan Tuah Madani," kata Sekretaris Dinkes Pekanbaru Deddy Sambudi, Kamis (13/8/2026).

Dinkes masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia. Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Tuah Madani dengan 86 kasus. 

Selanjutnya, Kecamatan Marpoyan Damai mencatat 85 kasus. Kecamatan Bukit Raya sebanyak 66 kasus, Binawidya 44 kasus, Tenayan Raya 44 kasus, Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, Rumbai Timur 32 kasus, Limapuluh 31 kasus, Kulim 28 kasus, Sail 11 kasus, Rumbai Barat 11 kasus, Senapelan 10 kasus, Sukajadi 10 kasus, dan Pekanbaru Kota empat kasus.

"Saat ini, tidak ada pasien DBD yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh pasien yang sebelumnya dirawat telah dinyatakan sembuh," ungkap Dedy.

Warga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dinkes Pekanbaru juga terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk menekan penyebaran DBD.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengasapan atau fogging di lokasi yang membutuhkan serta pemberantasan sarang nyamuk dengan membersihkan jentik-jentik nyamuk. Dinkes mengingatkan warga agar tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga aktif menjaga kebersihan lingkungan.