Ade Fitra Kembali Pimpin Karang Taruna Pekanbaru, Wali Kota Tekankan Peran Strategis Pemuda
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat melantik pengurus Karang Taruna periode 2025-2030 yang dipimpin Ade Fitra. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan ucapan selamat kepada Ade Fitra beserta seluruh jajaran pengurus Karang Taruna yang resmi dilantik untuk masa bakti 2025-2030. Diharapkan, kepengurusan yang baru mampu membawa Karang Taruna menjadi organisasi kepemudaan yang semakin aktif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Pekanbaru.
“Atas nama Pemko Pekanbaru, kami mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus Karang Taruna Kota Pekanbaru periode 2025-2030. Semoga Karang Taruna hari ini semakin aktif dan semakin berdampak bagi Kota Pekanbaru yang kita cintai bersama,” kata Wali Kota Agung.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Ade Fitra selama lima tahun sebelumnya. Terpilihnya kembali Ade Fitra sebagai Ketua Karang Taruna Kota Pekanbaru untuk periode kedua menunjukkan adanya kepercayaan dan harapan besar terhadap kepemimpinan yang berkelanjutan.
"Karang Taruna bukan sekadar organisasi sosial biasa. Melainkan, Karang Taruna merupakan motor penggerak sosial yang memiliki peran strategis, khususnya dalam membina dan memberdayakan generasi muda," ujar Agung.
Saat ini, Pekanbaru sangat membutuhkan pemuda-pemudi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian. Pemko Pekanbaru sangat membutuhkan dedikasi dan energi anak-anak muda.
"Jika pemudanya bergerak, maka Kota Pekanbaru akan melesat lebih maju. Namun, energi besar ini juga harus diarahkan dengan baik agar benar-benar menjadi kekuatan pembangunan,” jelas Agung.
Pemko Pekanbaru tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Kolaborasi dengan Karang Taruna dinilai sangat penting agar organisasi kepemudaan tersebut tidak hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga sebagai solusi atas persoalan sosial di masa depan.
Agung juga mendorong Karang Taruna untuk menjadi penggerak awal dalam kegiatan sosial, terutama yang bersinergi dengan Dinas Sosial (Dinsos) hingga menjangkau tingkat kelurahan, rukun warga (RW), dan rukun tetangga (RT). Sebagai ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru disebut harus tetap menjadi barometer pembangunan dan tidak boleh tertinggal dari daerah lain.
“Pekanbaru sejak dahulu merupakan barometer Provinsi Riau dan hal itu harus terus kita pertahankan, bahkan ditingkatkan. Pekanbaru bukan hanya milik masyarakat kota ini, tetapi juga milik seluruh masyarakat Riau,” tegas Agung.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak Karang Taruna untuk turut mewadahi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menggerakkan generasi muda. Agar, Karang Taruna tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet ekonomi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam.
Agung mengungkapkan, pesatnya pembangunan di Pekanbaru tercermin dari meningkatnya nilai investasi. Pada tahun 2024, nilai investasi yang masuk tercatat sekitar Rp5 triliun. Sementara pada tahun 2025, melonjak hingga hampir Rp12 triliun.
Ia mengingatkan agar semangat pengabdian pengurus Karang Taruna tidak berhenti pada momen pelantikan semata. Ia juga meminta kepala Dinsos untuk segera menyusun rencana kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang bagi Karang Taruna Kota Pekanbaru.
“Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga euforia pelantikan ini terus berlanjut dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat,” pungkasnya.