Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Setiap instruksi kepada Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui sistem berlapis. Hal ini guna memastikan informasi diterima dan dilaksanakan dengan baik.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, mengungkapkan, terdapat tiga jalur utama penyampaian perintah dari BGN kepada KSPPG. Pertama, melalui sistem digital SMO (Sistem Manajemen Operasional) yang menjadi kanal resmi penyampaian informasi. Setiap KSPPG wajib memantau sistem tersebut secara berkala.
“Jika ada perintah masuk ke SMO tetapi tidak diketahui, berarti sistem tersebut tidak dibuka. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Kedua, instruksi juga dikirimkan melalui pesan siaran (broadcast) ke aplikasi WhatsApp pribadi masing-masing KSPPG. Jalur ini dinilai lebih langsung dan memastikan pesan diterima secara personal, bukan hanya melalui grup.
Ketiga, perintah turut disampaikan melalui grup WhatsApp yang melibatkan kepala regional, koordinator wilayah, hingga KSPPG di berbagai daerah. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pelaksana di lapangan untuk tidak mengetahui informasi yang telah disampaikan.
Sistem berlapis ini dirancang untuk meminimalkan hambatan komunikasi. Ketidaktahuan terhadap instruksi hanya mungkin terjadi dalam kondisi tertentu, seperti kendala perangkat atau jaringan.
“Dengan tiga lapis penyampaian ini, seharusnya tidak ada perintah yang terlewat, apalagi tidak dilaksanakan,” ucap Sony.
Instruksi terkait pengelolaan media sosial program MBG juga harus segera ditindaklanjuti. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penyebaran informasi dan transparansi program MBG kepada masyarakat.