Biaya Pilkada dan Pemilu 2024 di Pekanbaru Capai Rp68 Miliar

Biaya Pilkada dan Pemilu 2024 di Pekanbaru Capai Rp68 Miliar

15 November 2022
Ketua DPRD Pekanbaru Sabarudi. Foto: Surya/Riau1.

Ketua DPRD Pekanbaru Sabarudi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Biaya Pilkada dan Pemilu 2024 sekitar Rp68 miliar. Anggaran ini harus dimaksimalkan dengan cara-cara yang baik. 

"Ini dana yang besar. Ada tanggung jawab besar kita untuk Pilkada dan Pemilu pada 2024," kata Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi di Hotel Pangeran, Senin (14/11/2022). 

Agar Pilkada dan Pemilu 2024 lancar, maka dibutuhkan data penduduk yang akurat. Keakuratan data penduduk dilakukan dengan cara pendataan langsung ke permukiman warga. Para camat, lurah, ketua RW, dan ketua RT harus diberdayakan. 

"Apalagi, Pj wali kota sudah melancarkan pembayaran insentif ketua RT dan RW. Kalau beberapa bulan lalu, mereka mungkin malas karena insentif tersendat-sendat," ucap Sabarudi. 

Dengan pembayaran insentif yang lancar, maka kerja sama dengan perangkat RT dan RW akan semakin mudah. Kebiasaan masyarakat yang tidak mau mengurus dokumen kependudukan bisa diminimalisir.

"Program santunan kematian bagi warga merupakan cara yang terbaru mendata warga. Kalau ketua RT dan RW tidak melaporkan data warga secara valid, maka bisa dikurangi sedikit insentifnya. Mungkin bisa dibahas lagi di Pemko," ucap Sabarudi.