Kondisi Jalan Cempaka saat ini, belum diaspal karena terkendala penurunan tanah di salah satu mainhole IPAL. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Jalan Cempaka mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, salah satu titik dilaporkan amblas hingga permukaan jalan turun dari lapisan tanah.
Kondisi tersebut memaksa pengendara melintas dengan ekstra hati-hati demi menghindari kecelakaan. Kerusakan jalan tersebut diduga disebabkan oleh gangguan pada Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang berada di bawah badan jalan.
Akibatnya, struktur tanah menjadi labil dan menyebabkan penurunan permukaan jalan secara berulang. Warga sekitar pun mengeluhkan kondisi ini dan meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Selasa (13/1/2026), membenarkan bahwa ruas Jalan Cempaka belum dapat diperbaiki secara menyeluruh pada tahun lalu. Kerusakan IPAL menjadi penyebab utam. Sehingga, perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Kerusakan IPAL ini menyebabkan permukaan jalan terus mengalami penurunan meskipun telah diperbaiki. Karena itu, kami sudah berkomunikasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum di Riau,” katanya.
Perbaikan ruas Jalan Cempaka direncanakan mulai dilaksanakan setelah Idulfitri nanti. Penjadwalan tersebut dipertimbangkan agar tidak mengganggu mobilitas warga menjelang Ramadan hingga perayaan Lebaran.
"Proses perbaikan memerlukan waktu cukup panjang. Karena, pekerjaan harus diawali dengan pembongkaran IPAL yang berada di bawah badan jalan. Setelah itu, barulah pengaspalan ulang atau pelapisan aspal baru dapat dilakukan," ungkap Agung.
Perbaikan secara menyeluruh diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan. Selama proses berlangsung, kemungkinan akan terjadi kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas.
Sebagai langkah sementara, Pemko Pekanbaru akan melakukan upaya penanganan darurat guna mencegah penurunan tanah semakin parah. Salah satunya dengan melakukan penimbunan pada titik-titik rawan amblas.
“Kami berupaya mencari waktu yang tepat agar perbaikan jalan ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, jalan itu tetap bisa ditangani secara tuntas,” tutup Agung.