Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Inovasi dan kolaborasi dalam penyusunan serta pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sangat penting. Pemko Pekanbaru harus mampu membangun kepedulian dan kerja sama yang kuat dengan badan-badan usaha sebagai bagian dari strategi pembangunan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Selasa (6/1/2026), mengatakan, pemko memiliki landasan hukum yang jelas untuk menjalin kolaborasi dengan pihak swasta. Oleh karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak lagi menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak berinovasi atau tidak bekerja secara optimal.
“Tidak boleh lagi ada alasan tidak bisa berinovasi atau tidak bisa bekerja karena tidak ada anggaran. Kita harus mulai mengecilkan ketergantungan pada APBD,” tegasnya.
Efisiensi penggunaan APBD perlu dilakukan. Agar, anggaran daerah dapat difokuskan pada program-program prioritas, seperti penanganan stunting dan pembangunan skala kecil yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemko mendorong keterlibatan pihak ketiga atau badan usaha sebagai mitra pembangunan. Keterlibatan badan usaha tidak hanya sebatas membantu pembangunan fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi yang saling menguntungkan.
"Sebagai contoh, pembangunan halte dapat dilakukan dengan melibatkan badan usaha. Sekaligus, badan usaja dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai media promosi usaha mereka. Ini merupakan bentuk inovasi dan kreativitas kita dalam membangun Kota Pekanbaru,” ujar Agung.
Selain itu, peran dunia usaha dan masyarakat sangat penting dalam mendukung penanganan stunting dan gizi buruk. Ia mendorong adanya gerakan donasi yang transparan dan terbuka.
Sehingga masyarakat terdorong untuk berpartisipasi secara sukarela sebagai orang tua asuh bagi anak-anak stunting. Jika dilakukan secara transparan dan terbuka, masyarakat diyakini akan mau berpartisipasi.
"Mungkin satu orang bisa menjadi bapak atau ibu asuh bagi satu anak stunting. Ini bukan hanya soal membantu, tetapi juga bernilai ibadah,” tutupnya.