Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus menggenjot capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru dan Dinkes Provinsi Riau guna memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinkes Provinsi Riau Zulkifli, Selasa (7/7/2026), mengatakan, capaian CKG menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan di Pekanbaru. Hingga saat ini, sekitar 84.000 warga telah memanfaatkan layanan CKG atau setara dengan 12,5 persen dari sasaran. Capaian tersebut menempatkan Pekanbaru di posisi ketiga tertinggi di Provinsi Riau.
Percepatan program akan dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi kesehatan, rumah sakit, klinik, perusahaan, hingga tenaga kerja di Kota Pekanbaru. Terdapat 111 sekolah yang belum terdaftar dalam aplikasi ASIK.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala. Karena data pemeriksaan kesehatan dari sekolah belum dapat diinput sehingga memengaruhi capaian program secara keseluruhan.
"Kami terus memperkuat kolaborasi agar percepatan CKG semakin optimal. Sekolah yang belum masuk ke aplikasi perlu segera didorong agar seluruh hasil pemeriksaan dapat tercatat dengan baik," jelas Zulkifli.
Ia mengapresiasi langkah koordinasi yang dilakukan Dinkes Pekanbaru dalam mengoptimalkan pelaksanaan CKG. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota menjadi kunci untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudy mengatakan, pihaknya mendapat dukungan penuh dari Dinkes Riau untuk meningkatkan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis. Hal ini menjadi terobosan yang sangat baik.
"Kami segera tindak lanjuti bersama seluruh kepala puskesmas. Agar, cakupan pelayanan terus meningkat," ucapnya.
Dinkes Pekanbaru sengaja menghadirkan kepala puskesmas yang capaian CKG-nya masih rendah dalam pertemuan tersebut. Langkah itu dilakukan agar Dinkes Pekanbaru dapat mempelajari strategi dari puskesmas yang telah berhasil meningkatkan cakupan layanan.
"Kami ingin puskesmas dengan capaian yang masih rendah dapat melakukan evaluasi dan menerapkan strategi yang lebih efektif. Sehingga, hasilnya semakin baik ke depannya," ujar Dedy.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan CKG. Salah satunya karena pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di sekolah belum berjalan secara maksimal.
"Oleh sebab itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan satuan pendidikan agar pelaksanaan program dapat menjangkau lebih banyak peserta didik," ujar Dedy.