Pemko Pekanbaru Uji Coba Bus Listrik, Siapkan Reformasi Layanan Transportasi Massal
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mulai menguji coba penggunaan bus listrik sebagai bagian dari upaya pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan. Armada tersebut belum dibeli dan masih dalam tahap pengujian.
“Bus ini tidak kami beli, tetapi masih dalam tahap uji coba,” kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kamis (9/4/2026).
Kehadiran bus listrik menjadi langkah strategis dalam menekan emisi gas buang. Bus listrik sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih.
Selain itu, moda transportasi ini juga diproyeksikan sebagai solusi alternatif dalam mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Seiring dengan rencana tersebut, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan peremajaan armada bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) secara bertahap.
"Upaya ini dibarengi dengan revitalisasi halte guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat pengguna transportasi umum," ujar Agung.
Namun, layanan transportasi massal masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu persoalan utama adalah waktu tunggu antarbus yang dinilai masih cukup lama, bahkan dapat melebihi 30 menit di beberapa halte.
“Tidak hanya armada yang kami perbaiki. Tetapi juga sistemnya, termasuk ketepatan waktu layanan,” jelas Agung.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru merancang perubahan sistem pengelolaan operasional bus TMP. Ke depan, pengelolaan akan dialihkan kepada pihak yang lebih profesional dalam bidang transportasi massal, sebagaimana diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia.
Dalam skema baru ini, layanan bus TMP akan menggunakan pola Buy The Service (BTS), yaitu sistem pembayaran berdasarkan jarak tempuh kendaraan saat melayani penumpang. Melalui mekanisme tersebut, operator akan dikenakan sanksi apabila tidak memenuhi standar pelayanan, termasuk dalam hal ketepatan waktu.
Saat ini, operasional bus TMP masih berada di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Trans Metro Pekanbaru pada Dinas Perhubungan (Dishub). Ke depan, sistem pengelolaan tersebut akan disesuaikan dengan skema BTS guna mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi publik di Kota Pekanbaru.