Penduduk Hampir 1,2 Juta Jiwa, Pekanbaru Masih Membutuhkan Banyak Tenaga Kesehatan

5 Juni 2026
Prosesi pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

Prosesi pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menilai lulusan SMK Farmasi Ikasari memiliki peluang besar untuk terserap di dunia kerja kesehatan. Kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk di Pekanbaru.

"Perkembangan fasilitas layanan kesehatan menjadi peluang bagi para lulusan untuk berkarier di sektor kesehatan," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Abdul Jamal usai menghadiri kegiatan Pelepasan Lulusan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Asisten Tenaga Kesehatan SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru di Gedung Student Center Universitas Riau, Kamis (4/6/2026).

Pemko Pekanbaru diundang untuk menghadiri prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan uji kompetensi di bidang kesehatan. Dari lulusan yang ada, sebagian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan sebagian lainnya sudah bekerja. 

"Ini menunjukkan bahwa lulusan SMK Farmasi Ikasari memiliki daya saing yang baik," ujar Jamal.

Untuk diketahui, kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat di Pekanbaru. Dengan jumlah penduduk yang mendekati 1,2 juta jiwa serta pesatnya perkembangan kota, sektor kesehatan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengisi berbagai posisi kerja.

Saat ini, Pekanbaru memiliki sekitar 30 rumah sakit, ratusan klinik, serta banyak apotek yang membutuhkan tenaga kesehatan terampil. Kondisi tersebut membuka peluang kerja yang luas bagi lulusan sekolah kejuruan kesehatan.

"Para lulusan ini sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri, khususnya sektor kesehatan," ucap Jamal.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pendidikan SMK Farmasi Ikasari yang dinilainya telah teruji selama puluhan tahun. Sekolah yang berada di bawah yayasan yang berafiliasi dengan Universitas Riau tersebut memiliki akreditasi unggul dengan predikat A.

"SMK Farmasi Ikasari sudah lama dikenal masyarakat. Kualitas dan akreditasinya tidak perlu diragukan lagi karena sudah berstatus unggul," ungkap Jamal.

Terkait pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan, proses tersebut merupakan bagian penting dalam profesi kesehatan. Sebelum diambil sumpah, para lulusan terlebih dahulu harus mengikuti dan lulus uji kompetensi sesuai standar yang berlaku. Tradisi pengambilan sumpah tidak hanya berlaku bagi dokter, tetapi juga profesi kesehatan lainnya, termasuk bidang farmasi dan laboratorium kesehatan.

"Setelah dinyatakan lulus uji kompetensi, mereka diambil sumpahnya. Dalam dunia kesehatan memang ada prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai bentuk komitmen profesional sebelum menjalankan tugas di masyarakat," jelas Jamal.