Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
"Penyediaan makanan bergizi seimbang bagi anak-anak setiap pagi diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara signifikan. Generasi yang sehat dan kuat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing pada 2045,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas generasi, program MBG ini juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat. Kebutuhan bahan pokok seperti telur, beras, dan buah-buahan mendorong peningkatan produksi di sektor peternakan dan pertanian.
"Meningkatnya permintaan telur membuat peternak lebih berani mengembangkan usahanya. Hal serupa juga dirasakan oleh para pekebun dan petani yang memasok kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut," ungkap Sony.
Pengadaan bahan baku sebaiknya diutamakan melalui pelaku usaha lokal seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik desa (BUMDes), badan usaha milik desa bersama (BUMDesma), serta koperasi. Namun demikian, keterlibatan pasar tradisional tetap diatur secara bijak. Pasalnya, pasar tradisional berperan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat selama ini.
“Jangan sampai keberadaan program MBG ini justru mengganggu ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari,” ujar Sony.
Pemerintah perlu memastikan distribusi bahan pangan berjalan seimbang agar tidak menimbulkan kelangkaan atau konflik di tengah masyarakat. Pada akhirnya, seluruh manfaat dari program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.