Warga Rumbai Pekanbaru Desak Realisasi Jalan Pesisir dan Padat Karya dalam Musrenbang

24 Februari 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar menghadiri Musrenbang Kecamatan Rumbai, Senin (23/2/2026). Foto: Surya/Riau1.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar menghadiri Musrenbang Kecamatan Rumbai, Senin (23/2/2026). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Rumbai berlangsung dinamis, Senin (23/2/2026). Sejumlah aspirasi warga mengemuka, terutama terkait persoalan infrastruktur jalan, drainase, dan penanganan banjir.

Camat Rumbai Abdul Rahman mengakui masih terdapat sebagian warga yang pesimis terhadap pelaksanaan Musrenbang. Hal itu dipengaruhi pengalaman sebelumnya, ketika sejumlah usulan pembangunan yang diajukan belum terealisasi.

“Kami memahami ada warga yang merasa pesimis karena beberapa kali usulan tidak terwujud. Namun, wakil wali kota telah menegaskan agar warga tidak pernah bosan mengajukan program pembangunan. Musrenbang merupakan forum yang sangat penting untuk menyalurkan aspirasi,” katanya.

Pelaksanaan Musrenbang tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Program yang telah masuk dalam rencana strategis kepala daerah akan direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.

"Salah satu usulan prioritas yang kembali mengemuka ialah pembangunan Jalan Pesisir. Jalan tersebut telah beberapa kali direncanakan untuk dibangun, namun kerap tertunda," ungkap Abdul Rahman.

Keterbatasan ruang fiskal dan anggaran menjadi salah satu faktor penyebab belum terealisasinya pembangunan. Selain itu, kondisi Jalan Padat Karya juga menjadi perhatian serius.

"Dari total panjang jalan, masih terdapat sekitar 1,5 kilometer yang belum disemenisasi maupun diaspal. Berdasarkan laporan lurah setempat, ruas jalan tersebut telah beberapa kali memakan korban akibat kondisi permukaan yang rusak dan licin," ujar Abdul Rahman.

Padahal, jika dapat difungsikan secara optimal, Jalan Padat Karya mampu memangkas jarak dan waktu tempuh warga. Saat ini, warga terpaksa memutar melalui Jalan Siak II atau Jalan Yos Sudarso untuk mencapai kawasan tertentu, termasuk menuju area pemakaman Tionghoa.

"Warga, pada dasarnya, tidak mempersoalkan jenis pengerasan jalan. Baik semenisasi maupun pengaspalan dapat diterima. Namun, pengaspalan dinilai membutuhkan anggaran yang lebih besar," sebut Abdul Rahman.

Selain infrastruktur, isu penanganan stunting juga dibahas dalam Musrenbang tersebut. Angka stunting di Kecamatan Rumbai menunjukkan tren penurunan. Hal itu turut didukung bantuan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp45 juta yang dimanfaatkan untuk program intervensi gizi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan bahwa sebagian besar aspirasi warga masih berkutat pada persoalan banjir dan jalan rusak. Tentu, hal ini sejalan dengan prioritas pemko. 

"Kami akan akomodasi dalam anggaran tahun berikutnya,” ujarnya.

Hampir setiap kelurahan masih menghadapi persoalan serupa. Di Kelurahan Umban Sari, misalnya, sejumlah ruas di kawasan Jalan Padat Karya masih mengalami kerusakan dan belum memiliki drainase yang memadai. Sementara di Kelurahan Meranti Pandak, persoalan banjir masih menjadi keluhan utama warga.

"Kami berkomitmen menjadikan hasil Musrenbang sebagai dasar penyusunan program prioritas. Sehingga aspirasi warga tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan terwujud dalam pembangunan yang nyata dan berkelanjutan," ujarnya.