Sabtu, 14 Desember 2019

POLITIK

Videonya Viral di Medsos, Dirjen Imigrasi Bantah Cekal Habib Rizieq Shihab

news24xx


Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie memberikan keterangan pers.  Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie memberikan keterangan pers.

RIAU1.COM - Sebelumnya beredar di Medsos  video Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang mengatakan Indonesia meminta Pemerintah Arab Saudi untuk mencekal dirinya, sehingga tidak bisa pulang ke tanah air. 

Sejumlah televisi pun menayangkan video yang sempat viral di Medsos tersebut. 

Baca Juga: Pilkada Kota Medan, Bobby Nasution Menantu Jokowi Daftar ke Partai Golkar

www.jualbuy.com 

Namun, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membantah telah mengeluarkan surat penangkalan atas nama Rizieq Shihab selaku Pendiri FPI yang kini berada di Arab Saudi.

 

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie mengaku telah mengeluarkan paspor atas nama Rizieq Shihab dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat pada 25 Februari 2016 dan masih berlaku hingga Februari 2021.

 

Menurutnya, selama paspor Rizieq Shihab masih berlaku, Rizieq Shihab mendapatkan perlindungan dari Pemerintah Indonesia baik pada saat pergi ke luar negeri maupun ketika pulang kembali ke Tanah Air.

 

"Paspor Habib Rizieq itu masih berlaku sampai Februari 2021 yang akan datang, sehingga ini masih berlaku," tuturnya, Selasa (12/11), seperti dilansir bisnis.com. 

 

Namun, menurut mantan Kadiv Humas Polri itu, jika Habib Rizieq tinggal dan menetap di suatu negara, maka Pemerintah negara tersebut akan memberikan visa dan memberinya izin tinggal.

 

Menurutnya, izin tinggal maupun tidak saat ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Arab Saudi.

Karena itu menurutnya penangkalan atau pencegahan terhadap Habib Rizieq Shihab yaitu kewenangan Pemerintah Arab Saudi, bukan dari Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Wiranto, Agung Laksono, Habib Luthfi Bersama 6 Lainnya Dilantik Jadi Wantimpres

Iklan Riau1  

"Tentu ini jadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi ya. Sampai saat ini Habib Rizieq sudah ke luar dari Indonesia hampir dua tahun," katanya.

R1 Hee. 





Loading...