Utamakan Penanganan Karlahut, Berikut Program Kerja 100 Hari Syamsuar sebagai Gubernur Riau

21 Februari 2019
Gubernur Riau, Syamsuar saat menghadiri prosesi adat tepuk tepung tawar di Gedung LAM Riau (foto: barkah/riau1.com)

Gubernur Riau, Syamsuar saat menghadiri prosesi adat tepuk tepung tawar di Gedung LAM Riau (foto: barkah/riau1.com)

RIAU1.COM - Syamsuar dan Edy Natar Nasution resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau untuk periode lima tahun kedepan, berbagai program kerja pun sudah dipersiapkan sesuai dengan visi dan misinya.

Untuk masa kerja 100 hari kedepan, Syamsuar sudah mempersiapkan sejumlah program, diantaranya yang paling ia fokuskan ialah soal penanganan kasus kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Riau.

Selain itu, pembenahan birokrasi dan aset pemerintah daerah juga akan menjadi target kerja 100 hari Syamsuar dan Edy Natar sebagai Gubri dan Wagubri, termasuk juga membuat konsep Riau hijau.

"Sekarang sudah masuk musim kemarau, penanganan kasus karlahut menjadi yang utama kita kerjakan," kata Syamsuar usai menjalani prosesi adat tepuk tepung tawar di Gedung LAM Riau, Kamis 21 Februari 2019.

Riau1.com merangkum, ada 10 program kerja 100 hari yang akan dijalankan Gubernur Riau, Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution:

1. Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karlahut.

2. Menyiapkan Ranperda wajib belajar 12 tahun, memastikan anak SLTP mendapat pendidikan SMA/SMK/MA.

3. Membenahi pelayanan kesehatan melalui BPJS di rumah sakit pemerintah dan swasta.

4. Pembenahan pengelolaan aset daerah.

5. Menyiapkan Call Center pengaduan masyarakat.

6. Menyiapkan saran dan prasarana video conference Gubernur/Wakil Gubernur dengan Bupati/Walikota.

7. Pembenahan birokrasi.

8. Merumuskan konsep Riau hijau dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

9. Meningkatkan pencapaian reformasi agraria berupa perhutanan sosial dan tora.

10. Meningkatkan koordinasi kabupaten/kota dengan kantor pajak dalam rangka peningkatan penerimaan pajak penghasilan dan PBB perkebunan.