John Herdman
RIAU1.COM - PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia sekaligus timnas U-23. Kehadiran pelatih asal Inggris tersebut diharapkan membawa arah baru bagi skuad Merah Putih setelah cukup lama tanpa nakhoda tetap. Berikut profil John Herdman yang dimuat Beritasatu.com.
John Herdman dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik modern. Ia kerap mengandalkan formasi 3-4-2-1 yang menekankan intensitas pressing tinggi serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Perjalanan karier Herdman dimulai dari level usia muda. Ia mengawali kiprahnya sebagai pelatih tim junior Selandia Baru pada periode 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2005. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun filosofi kepelatihannya.
Nama Herdman mulai mencuri perhatian dunia ketika dipercaya menangani tim nasional putri Kanada. Bersama tim tersebut, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan meloloskan Kanada ke Piala Dunia Putri 2007 dan 2011. Tidak hanya itu, Herdman juga mencetak sejarah dengan mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade 2012 dan 2016.
Kesuksesan di sektor putri membuka jalan bagi Herdman untuk menangani tim nasional putra. Ia ditunjuk sebagai pelatih timnas U-23 Kanada pada 9 Januari 2017 hingga 17 Juli 2018, sekaligus merangkap sebagai pelatih timnas senior Kanada.
Pada periode inilah Herdman menorehkan pencapaian besar dengan mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.
Selama 2.090 hari membesut timnas Kanada, Herdman memimpin 58 pertandingan dengan catatan 36 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 15 kekalahan. Rata-rata poin yang diraih mencapai 1,98 per pertandingan, sebuah statistik yang menunjukkan konsistensi performa tim.
Setelah meninggalkan tim nasional, Herdman melanjutkan kariernya di level klub dengan melatih Toronto FC di Liga Amerika Serikat. Ia menukangi klub tersebut sejak 1 Oktober 2023 hingga 29 November 2024. Dari 46 pertandingan, Toronto mencatatkan 17 kemenangan, empat hasil imbang, dan 25 kekalahan, dengan rata-rata 1,2 poin per laga.
Dikutip dari Antara, PSSI menaruh harapan besar pada pengalaman internasional dan rekam jejak Herdman. Ia diharapkan mampu membawa stabilitas, meningkatkan daya saing tim, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap timnas Indonesia setelah kursi pelatih kepala kosong pascapemecatan Patrick Kluivert pada Oktober 2025.*