100 Prajurit Kostrad Dikerahkan Atasi Karhutla, Titik Panas di Riau Menyusut
Panglima TNI dan jajarannya serta jajaran kepolisian saat meninjau dan memimpin operasi pemadaman Karhutla di Rupat, Bengkalis beberapa hari lalu.
RIAU1.COM -Titik panas (Hotspot) yang dipicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau mulai alami penyusutan, pada pantauan Senin 25 Februari 2019 pagi. Citra satelit menghitung, ada 32 sebaran hotspot pagi ini. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding sehari sebelumnya, berjumlah 47 titik panas.
Menurunnya titik panas tak lepas dari operasi pemadaman di lahan dan hutan yang terbakar yang dimaksimalkan oleh tim darat dan udara. Operasi pemadaman pun kian maksimal setelah datangnya bantuan 1 SSK atau setara 100 prajurit, dari Yon Armed 10 Kostrad. Prajurit ini dikirim ke Riau untuk membantu pemadaman.
Tiba di Bandara Medang Kampai, Dumai pada kemarin, ratusan prajurit tersebut langsung digeser untuk membantu penananggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis yang sejak Januari 2019 terus-terusan mengalami Karhutla.
Dampak dengan dikerahkannya prajurit tersebut cukup efektif dalam operasi pemadaman, membantu pihak lainnya mulai dari BPBD, Manggala Agni, MPA hingga polisi yang sebelumnya sudah berjibaku memadamkan api di daerah Rupat tersebut.
Pada pantauan satelit, Senin pagi, titik panas di Bengkalis berjumlah sembilan titik. Ini jauh menurun bila dibanding sehari sebelumnya, dengan jumlah 20 titik panas. Adapun sembilan hotspot itu terdapat di Kecamatan Bintan, Bukitbatu dan Rupat.
Selain di Bengkalis, sebaran titik panas juga termonitor di Siak 12 hotspot, Dumai empat hotspot, Pelalawan tiga hotspot, Inhil tiga hotspot dan Rohil satu hotspot. Adapun 32 titik panas yang terpantau pagi ini, memiliki level confidence di atas 50 persen.
Dari jumlah tersebut, 14 titik diantaranya merupakan firespot (titik api) yang muncul dari lahan dan hutan yang terbakar. Sebarannya, tujuh titik di Siak, empat titik di Bengkalis, dua di Dumai dan satu titik api di Pelalawan.
