Pesawat Cassa Diterbangkan ke Riau untuk Modifikasi Cuaca Hujan Buatan

25 Februari 2019
Ilustrasi (Int)

Ilustrasi (Int)

RIAU1.COM -Selain mengerahkan dua helikopter TNI jenis Super Puma untuk menangkut logistik, membawa prajurit hingga operasi bom air (water bombing), kini satu pesawat Cassa 212 pun diterbangkan ke Provinsi Riau, guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pesawat Cassa ini, memiliki kemampuan mengangkut berton-ton garam untuk disemai ke awan potensial, sehingga dapat memicu terjadinya hujan buatan, atau dikenal dengan istilah modifikasi cuaca (TMC/teknologi modifikasi cuaca).

Upaya ini dilakukan, lantaran dibeberapa daerah di Riau minim curah hujan, membuat lahan dan hutan kering sehingga rawan terjadinya Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), memicu munculnya titik panas dan titik api hingga kabut asap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger menuturkan, proses didatangkannya Pesawat Cassa sedang dalam proses. "Iya, kita ada rencana untuk modifikasi cuaca," yakinnya Senin 25 Februari 2019 siang.

Edward Sanger yang berbincang dengan Riau1.com melanjutkan, untuk lokasi penyemaian awan oleh pesawat Cassa nantinya akan dikoordinasikan dan dikaji oleh pihak yang tergabung dalam Satgas penanganan Karhutla di Riau.

Terpisah, Komandan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma Rony Irianto Moningka menjelaskan, pesawat Cassa direncanakan tiba di Pekanbaru hari ini. "Sekarang sedang menuju ke Riau dan hari ini akan tiba," ujar dia.

Pihaknya, terang Rony Irianto akan melakukan koordinasi dengan BPBD Riau untuk mekanisme pelaksanaan hujan buatan, khususnya untuk wilayah Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. Mengingat Karhutla di Rupat cukup dominan dan daerahnya juga rawan kebakaran karena musim kemarau panjang.

Untuk diketahui, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga pernah dilakukan di Riau beberapa tahun lalu, saat Karhutla meluas hingga menimbulkan kabut asap. TMC ini dikoordinir oleh pihak BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), serta Lanud Roesmin Nurjadin selaku Satgas udara.